Jalur Laut Merah Makin Mencekam, Maersk Memperingatkan Terjadinya Gangguan Pasokan

Sabtu, 06 Januari 2024 - 08:15 WIB
loading...
A A A
Serangan oleh militan Houthi Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah telah mengganggu perdagangan maritim melalui Terusan Suez, ketika beberapa kapal mengubah rute Timur-Barat menjadi jauh lebih panjang melalui ujung selatan Afrika.

Sementara itu Amerika Serikat pada 19 Desember, lalu meluncurkan operasi multinasional untuk mencoba melindungi perdagangan di Laut Merah. Akan tetapi banyak perusahaan pelayaran dan pemilik kargo masih mengalihkan kapal di sekitar Afrika karena masih adanya serangan lanjutan.

Pada hari Kamis, Maersk mengalihkan empat dari lima kapal kontainer ke selatan yang telah melewati Terusan Suez kembali ke utara untuk perjalanan panjang di sekitar Afrika.

"Kami terus berharap untuk resolusi berkelanjutan dalam waktu dekat dan melakukan semua yang kami bisa untuk berkontribusi ke arah situ. Kami mendorong pelanggan untuk mempersiapkan komplikasi di daerah tersebut untuk bertahan karena adanya gangguan signifikan terhadap jaringan global," kata Maersk.

Terusan Suez digunakan oleh sekitar sepertiga kargo kapal kontainer global, dan mengarahkan kapal-kapal menuju sekitar ujung selatan Afrika diperkirakan akan menelan biaya tambahan bahan bakar hingga USD1 juta untuk setiap perjalanan pulang pergi antara Asia dan Eropa Utara.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
IISM dan Indonesia Cold...
IISM dan Indonesia Cold Chain Expo 2026 Dorong Efisiensi Rantai Pasok Pangan
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Pesawat Kargo Meledak...
Pesawat Kargo Meledak Saat Lepas Landas, 7 Tewas, 11 Luka-luka
Perang Talenta Tech...
Perang Talenta Tech Dimulai! J&T Cargo Buka Jalur Cepat ke Shanghai
Rekomendasi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
Pacu Jalur, Olahraga...
Pacu Jalur, Olahraga Tradisional Riau yang Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved