Ganjar Bakal Hapus Cucu hingga Cicit BUMN Jika Menang Pilpres 2024

Kamis, 11 Januari 2024 - 18:30 WIB
loading...
Ganjar Bakal Hapus Cucu...
Calon Presiden Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Calon Presiden Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo memaparkan rencananya apabila menang dalam Pemilu 2024 mendatang, salah satunya mengenai pemerataan proyek perusahaan BUMN dengan swasta.

Oleh karena itu, dirinya berkeinginan ketika kelak terpilih menjadi Presiden maka ia meminta agar BUMN sebatas memiliki anak usaha dan tidak dengan cucu-cicit usaha.

Demikian diungkapkannya lantaran menurut Ganjar, perusahaan pelat merah berperan sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam menggarap berbagai proyek. Utamanya, bagi proyek-proyek yang butuh insentif dari pemerintah

"BUMN itu masuk ketika yang lain belum siap masuk. Maka sebenarnya pioneering, BUMN itu pionir, nanti kalau sudah, ini seperti stimulan saja, kalau sudah, kita lepas. Kan sebenarnya negara gak mencari uang toh, (tugasnya) memfasilitasi negara itu," tegasnya dalam Dialog Capres bersama Kadin Indonesia, di Jakarta, Kamis (11/1/2024).

Baca Juga: Dapat Dukungan dari Relawan Naga, Ganjar: Ini Makin Kuat Menunjukkan Kita Menang

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah itu juga menekankan bahwa peran pemerintah melalui BUMN adalah untuk membangun tata kelola yang baik, hingga menstimulasi agar proyek yang digarap bisa menggerakkan ekonomi. Sebagai langkah lanjutan, dia pun melarang BUMN memiliki cucu atau cicit perusahaan agar porsi perusahaan swasta bisa masuk.

"Jadi kita memang to govern, mengelola, memanage, menstimulasi agar itu tumbuh. Maka kemudian kalau tadi ditanyakan, pak rasanya penting pak, BUMN kamu boleh punya anak perusahaan tapi tak boleh punya cucu, cicit, apalagi? eee ketawa lagi, eee korban-korban lagi sebelah kanan saya ini, betul ya?," tuturnya.

"Maka begitu bicara monopoli, saya coba memahami, memutar otak saya, ini kayaknya yang kayaknya BUMN punya cucu, punya anak, punya cucu, punya cicit, cagak, gantung Siwur kalau kata orang di jawa itu, rame banyak, akhirnya swasta tidak punya peran," lanjut Ganjar.

Ia juga menilai, saat ini porsi proyek di Indonesia perlu dibagi antara perusahaan pelat merah dengan perusahaan swasta. Misalnya, pada proyek yang sudah menunjukkan keuntungan maka kemudian bisa dialihkan ke swasta.

"Dibagi mana yang sudah bisa, kalau memang kemudian swasta sudah bisa muncul jangan-jangan memang BUMN-nya sudah tidak kita perlukan lagi," imbuhnya.

Baca Juga: Peduli Isu Lingkungan Alasan Relawan Naga Dukung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024

Lebih lanjut, Ganjar juga mengaku telah mengantongi data perusahaan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan BUMN tapi belum mendapatkan bayaran.

"Hari ini saya kumpulin data pak, berapa kemudian suplier itu mitra2 yang tidak terbayar, malu dong, kalau kita punya perusahaan pelat merah gak bayar, malu, gitu lah kira-kira. Ini kok ngangguk semua ini, ini kayaknya korban-korban lagi ini," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Rekomendasi
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Inilah 3 Alasan Mengapa...
Inilah 3 Alasan Mengapa Donald Trump Menang Pilpres AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved