alexametrics

Fransiska Hadiwidjana, Founder & CEO Prelo Indonesia

Kampanye Tersirat dari Balik Bisnis

loading...
Kampanye Tersirat dari Balik Bisnis
Kampanye Tersirat dari Balik Bisnis. (Prelo Indonesia).
A+ A-
JAKARTA - Ketika majalah Forbes mengumumkan 30 nama di bawah usia 30 tahun yang berpotensi menjadi pemimpin di Asia, belum lama ini, semua mata tertuju pada 11 anak muda Indonesia yang masuk di dalamnya.

Fransiska Hadiwidjana salah satunya. Usia pendiri Prelo ini baru 28 tahun, namun startup yang dibangunnya perlahan tapi pasti terus berkembang besar. Prelo merupakan marketplace yang menawarkan layanan jual-beli barang yang pernah dipakai atau preloved, sewa barang, dan jasa titip. Bagaimana usaha Fransiska dalam membangun Prelo? Inilah cerita perempuan kelahiran 3 April 1990 itu kepada KORAN SINDO.

Kapan pertama kali Anda tahu majalah Forbes menyebut Anda termasuk 30 anak muda berpengaruh di Asia? Surprise sekali karena saya tahu dari ramainya grup WhatsApp alumni kampus saya. Ada apa ya? Tahunya ucapan selamat kepada saya dan ungkapan bangga untuk saya, ha ha ha.... Seperti mimpi. Saya tahu kalau yang masuk itu biasanya nama-nama besar, seperti pendiri Traveloka atau siapa lagi yang saya idolakan. Saya memang dihubungi oleh Forbes sebulan sebelum pengumuman. Saya diberi kuesioner, seperti survei oleh mereka. Tidak menyangka kalau mungkin untuk itu ya. Pertanyaannya unik, misalnya pekerjaan pertama saya apa dan sebagainya.

Bagaimana kesan dan arti predikat ini untuk karier Anda dan Prelo?
Tentu saya sangat bersyukur. Ini seperti mengakui saya sebagai satu dari deretan anak muda sukses dari Indonesia di kancah Asia. Bagi Prelo, ini memberi semangat tim. Kemarin kami sempat mengadakan syukuran kecil-kecilan. Semoga berkesan dan menambah semangat berkarya. Ini juga membuka kesempatan untuk Prelo agar orang menjadi lebih mengetahui keberadaan kami.



Bisa diceritakan awal berdiri Prelo?
Prelo diluncurkan pada 2015, terinspirasi dari teman yang suka belanja make up secara online.Namun, terlalu banyak belinya. Seperti shade bedak yang tidak dipakai semua. Lantas bingung, yang tidak terpakai diapakan? Mau dijual, tapi ke mana? Dari situ mulai terpikir.

Memang sudah banyak di Instagram,mereka menyebut barang preloved.Prelo juga berasal dari kata prelove.Saya ingin membuat marketplace khusus ini dengan konsep khusus dan pasti lebih aman. Prelo memiliki segmen untuk perempuan usia 23-34 tahun yang termasuk dalam golongan milenial.

Tim kami sekarang berjumlah 29 orang, dari awal hanya sekitar lima orang. Sebelumnya memang saya juga punya startup,namanya Kleora. Jadi, Prelo merupakan re-branding dari Kleora, dengan tim yang sama, bahkan menjadi sebuah tim besar.

Bagaimana akhirnya Prelo menambahkan fitur layanan dan apa saja?
Karena segmen kami perempuan usia 23-34 tahun dan di antara mereka sedang menjadi ibu muda, ada sebuah masalah yang tengah dihadapi. Terinspirasi dari orang terdekat saya lagi, kali ini kakak saya yang baru punya bayi. Saya lihat dan menyadari barang-barang kebutuhan bayi itu ternyata mahal sekali dan waktu pakainya juga cepat.

Pada saat yang sama, tentu orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Dari situ kami mengembangkan lagi fitur baru di Prelo, yakni layanan sewa supaya orang-orang bisa lebih hemat dalam membeli. Barang bisa disewakan sambil menunggu dipakai lagi oleh anak selanjutnya. Jadi, pada 2015 kami punya sistem jual beli barang preloved.Pada 2017, kami mengembangkan jasa sewa dan pada 2018 Prelo punya fitur baru, yakni jasa titip.

Bagaimana dengan sistem jasa titip (jastip)?
Kami mempunyai pilihan jastip untuk lokal dan internasional. Para traveler yang punya rencana bepergian ke luar negeri bisa mendaftarkan diri. Mereka menginfokan secara spesifik ke mana akan pergi, ke kota mana, dan kapan waktunya.

Lalu setelah itu mereka yang mau bepergian merekomendasikan barang apa saja yang memungkinkan dia beli sehingga orang lebih mudah untuk menitip barang kepadanya. Ada juga sistem pengajuan barang dengan cara seseorang langsung mengirim pesan kepada para traveler,mengajukan barang yang ingin dia titipi.

Selain sebuah marketplace, Anda juga memiliki kampanye di balik Prelo. Salah satunya kampanye antibarang palsu. Bisa dijelaskan mengenai ini?
Jadi di Prelo pastikan yang dijual, jika mempunyai brand,harus original bukan KW. Kami bisa cek ini melalui proses yang terbagi menjadi tiga tahap.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak