Soal Suap Perusahaan Jerman SAP ke Pejabat Indonesia, Begini Respons Jubir Menteri KKP

Selasa, 16 Januari 2024 - 21:33 WIB
loading...
Soal Suap Perusahaan...
Soal praktik suap ke pejabat Indonesia yang dilakukan oleh perusahaan teknologi informasi asal Jerman yang berfokus pada pembuatan software yakni SAP, telah menyeret Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Foto/Dok Reuters
A A A
JAKARTA - Soal praktik suap ke pejabat Indonesia yang dilakukan oleh perusahaan teknologi informasi asal Jerman yang berfokus pada pembuatan software yakni SAP, telah menyeret Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) . Terkait hal itu, Staf Khusus Menteri Kelautan Perikanan Bidang Komunikasi Publik dan Media Massa (Jubir MKP), Wahyu Muryadi mengungkapkan, siap bekerja sama.

"Kami tidak tahu-menahu dengan masalah tersebut. Kalau menurut artikel yang dipublikasikan, peristiwanya terjadi pada 2015-2018. Kami tidak dalam posisi menjawab karena di luar era kepemimpinan Menteri Sakti Wahyu Trenggono," ungkap Staf Khusus Menteri Kelautan Perikanan Bidang Komunikasi Publik dan Media Massa (Jubir MKP), Wahyu Muryadi.

Baca Juga: Hadapi Transformasi Digital, Sistem SAP Menjadi Solusi Inovatif

"Tapi prinsipnya silakan aja diperiksa sesuai mekanisme hukum dan jika diperlukan, kami siap bekerjasama dengan aparat penegak hukum guna memproses perkara ini," sambungnya.

Baca Juga: Ada Permintaan PNBP Eksplorasi Migas di Laut Lepas Ditiadakan, Menteri KKP: Kok Enak Bener!

Sebagai informasi, SAP diduga menyuap pejabat Indonesia untuk mendapatkan keuntungan bisnis dan kemudahan administrasi dengan sejumlah lembaga di Indonesia. Disebutkan oleh Departemen Kehakiman AS bahwa, kasus tersebut terjadi sekitar tahun 2015 dan 2018 oleh SAP melalui agen-agen tertentu, kepada pejabat departemen/lembaga di Indonesia.

Termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo). Kasus yang disangkakan Departemen Kehakiman AS terhadap SAP itu, selain terjadi di Indonesia, juga di Afrika Selatan (Afsel) pada 2013 dan 2017.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Hadirkan Platform Sovereign...
Hadirkan Platform Sovereign Cloud Berbasis Kubernetes untuk Indonesia
Rebranding CashUP Menandai...
Rebranding CashUP Menandai Era Baru Ekosistem Teknologi dan Pembayaran
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Berita Terkini
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Infografis
Fadli Zon Kritik Luhut...
Fadli Zon Kritik Luhut soal WNA Boleh Masuk ke Indonesia  
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved