Kantor LPS di IKN Mulai Dibangun, Satu Komplek dengan BI dan OJK
Jum'at, 19 Januari 2024 - 20:49 WIB
loading...
Pembangunan kantor LPS di IKN, akan berada dalam satu kawasan yang sama dengan kantor Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nantinya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pembangunan Gedung Arthadhyaksa, kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Ibu Kota Nusantara ( IKN ) sudah mulai dilakukan. Pembangunan kantor LPS di IKN, akan berada dalam satu kawasan yang sama dengan kantor Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nantinya.
Baca Juga: Target Investasi IKN Rp45 Triliun Gagal Tercapai di 2023, Beberapa Proyek Mundur
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono mengatakan, kehadiran kantor LPS di IKN ini juga sekaligus memperkuat ekosistem lembaga keuangan negara di Ibu Kota Baru.
"Kantor ini akan melengkapi ekosistem kantor lembaga perekonomian di IKN karena berada pada satu kawasan bersama BI (Bank Indonesia) yang sudah groundbreaking beberapa waktu lalu, dan kemudian akan segera disusul oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," ujar Bambang dalam keterangan resminya, Jumat (19/1/2024).
Baca Juga: ASN Siap-siap Dipindah ke IKN Tahun Ini, Ada 28 Daftar Bangunan Gedung Bisa Dipakai
Kepala Otorita IKN menyambut baik dimulainya peletakan batu pertama kantor LPS tersebut. Menurutnya, dimulainya pembangunan kantor LPS ini juga akan semakin meningkatkan kepercayaan publik dan dunia usaha.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudha Sadewa mengutarakan, kompleks perkantoran LPS ini akan dibangun dengan konsep hijau (green concept). "LPS telah didesain sedemikian rupa untuk memaksimalkan efisiensi energi sekaligus mereduksi pemanasan global," ungkap Purbaya.
Selain itu, konsep arsitektur kota di mana kantor LPS masuk ke dalam Zona Lembaga Perekonomian bersama kantor Bank Indonesia dan kantor OJK.
"Konsep kedua adalah konektivitas dan keberlanjutan area kawasan hijau yang merupakan konsep yang menghubungkan antar kawasan dengan mengoptimalkan area terbuka hijau antar kompleks perkantoran yang ada di IKN,” ujar Purbaya.
Kemudian ungkap Purbaya, kantor LPS juga menerapkan konsep smart and sustainable mobility. “Ini sebuah konsep untuk mendukung keberlanjutan transportasi publik di mana kantor LPS dirancang sebagai crowd catchment karena berdekatan dengan titik transportasi di Kawasan perkantoran dan lembaga pemerintah di IKN,” tutupnya.
Baca Juga: Target Investasi IKN Rp45 Triliun Gagal Tercapai di 2023, Beberapa Proyek Mundur
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono mengatakan, kehadiran kantor LPS di IKN ini juga sekaligus memperkuat ekosistem lembaga keuangan negara di Ibu Kota Baru.
"Kantor ini akan melengkapi ekosistem kantor lembaga perekonomian di IKN karena berada pada satu kawasan bersama BI (Bank Indonesia) yang sudah groundbreaking beberapa waktu lalu, dan kemudian akan segera disusul oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," ujar Bambang dalam keterangan resminya, Jumat (19/1/2024).
Baca Juga: ASN Siap-siap Dipindah ke IKN Tahun Ini, Ada 28 Daftar Bangunan Gedung Bisa Dipakai
Kepala Otorita IKN menyambut baik dimulainya peletakan batu pertama kantor LPS tersebut. Menurutnya, dimulainya pembangunan kantor LPS ini juga akan semakin meningkatkan kepercayaan publik dan dunia usaha.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudha Sadewa mengutarakan, kompleks perkantoran LPS ini akan dibangun dengan konsep hijau (green concept). "LPS telah didesain sedemikian rupa untuk memaksimalkan efisiensi energi sekaligus mereduksi pemanasan global," ungkap Purbaya.
Selain itu, konsep arsitektur kota di mana kantor LPS masuk ke dalam Zona Lembaga Perekonomian bersama kantor Bank Indonesia dan kantor OJK.
"Konsep kedua adalah konektivitas dan keberlanjutan area kawasan hijau yang merupakan konsep yang menghubungkan antar kawasan dengan mengoptimalkan area terbuka hijau antar kompleks perkantoran yang ada di IKN,” ujar Purbaya.
Kemudian ungkap Purbaya, kantor LPS juga menerapkan konsep smart and sustainable mobility. “Ini sebuah konsep untuk mendukung keberlanjutan transportasi publik di mana kantor LPS dirancang sebagai crowd catchment karena berdekatan dengan titik transportasi di Kawasan perkantoran dan lembaga pemerintah di IKN,” tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :