Bahlil Akui Investasi Rp1.400 Triliun Belum Mampu Serap Banyak Tenaga Kerja
Jum'at, 26 Januari 2024 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau Kita mengandalkan padat karya sampai ayam tumbuh gigi negara kita tidak akan maju, karena padat karya gajinya terukur. Tetapi kalau orang kerja di industri pasti penciptaan lapangan kerja dengan upah yang cukup layak, itu cara kita untuk mendorong GDP kita bisa diatas Rp10 ribu," jelas Bahlil.
"Kalau kita hanya menciptakan lapangan pekerjaan dengan gaji 3 juta, 4 juta bagaimana pendapatan perkapita bisa naik. Instrumennya harus hilirisasi," sambungnya.
Baca Juga: Investasi Rp1.418,9 Triliun Masuk RI di 2023, Bahlil Klaim Serap 1,8 Juta Tenaga Kerja
Sehingga, saat ini yang perlu dibenahi adalah standar kualitas SDM harus mengikuti kebutuhan industri. Sehingga sepadan dengan skill yang sesuai dengan permintaan tenaga kerja industri-industri padat modal.
"Makanya kita ke depan harus bisa upgrade skill para pencari kerja. Jadi tidak bisa kalau pencari kerja omon-omon saja, harus punya skill," katanya.
"Kalau kita hanya menciptakan lapangan pekerjaan dengan gaji 3 juta, 4 juta bagaimana pendapatan perkapita bisa naik. Instrumennya harus hilirisasi," sambungnya.
Baca Juga: Investasi Rp1.418,9 Triliun Masuk RI di 2023, Bahlil Klaim Serap 1,8 Juta Tenaga Kerja
Sehingga, saat ini yang perlu dibenahi adalah standar kualitas SDM harus mengikuti kebutuhan industri. Sehingga sepadan dengan skill yang sesuai dengan permintaan tenaga kerja industri-industri padat modal.
"Makanya kita ke depan harus bisa upgrade skill para pencari kerja. Jadi tidak bisa kalau pencari kerja omon-omon saja, harus punya skill," katanya.
(nng)
Lihat Juga :