PBB: Angkutan Kapal Melalui Terusan Suez Anjlok 45%
Senin, 29 Januari 2024 - 09:57 WIB
loading...
A
A
A
Menurut UNCTAD, 39% lebih sedikit kapal yang melewati terusan tersebut sejak awal Desember, menyebabkan penurunan tonase angkutan sebesar 45%. Hal ini secara signifikan telah mengganggu jalur perdagangan maritim yang sudah tegang.
Hoffmann memperingatkan bahwa sejumlah jalur perdagangan global yang penting menghadapi masalah, tidak hanya akibat serangan di Laut Merah, namun juga karena konflik Ukraina dan rendahnya permukaan air di Terusan Panama.
"Transportasi maritim benar-benar merupakan jalur kehidupan perdagangan global," katanya. "Gangguan ini menggarisbawahi kerentanan mereka terhadap geopolitik, ketegangan, dan perubahan iklim."
Terusan Suez menangani hingga 15% perdagangan global dan sekitar 20% lalu lintas peti kemas. Transit kapal kontainer melalui kanal tersebut turun 67% dibandingkan tahun lalu. Menurut UNCTAD, dampak terhadap gas alam cair adalah yang terbesar, karena pengiriman melalui jalur perdagangan utama telah dihentikan sejak 16 Januari.
Hoffmann memperingatkan bahwa sejumlah jalur perdagangan global yang penting menghadapi masalah, tidak hanya akibat serangan di Laut Merah, namun juga karena konflik Ukraina dan rendahnya permukaan air di Terusan Panama.
"Transportasi maritim benar-benar merupakan jalur kehidupan perdagangan global," katanya. "Gangguan ini menggarisbawahi kerentanan mereka terhadap geopolitik, ketegangan, dan perubahan iklim."
Terusan Suez menangani hingga 15% perdagangan global dan sekitar 20% lalu lintas peti kemas. Transit kapal kontainer melalui kanal tersebut turun 67% dibandingkan tahun lalu. Menurut UNCTAD, dampak terhadap gas alam cair adalah yang terbesar, karena pengiriman melalui jalur perdagangan utama telah dihentikan sejak 16 Januari.
(fjo)
Lihat Juga :