Sistem Kanalisasi Diusulkan untuk Menghindari Pelarangan Angkutan Logistik
Rabu, 31 Januari 2024 - 07:54 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengutarakan dengan adanya pelarangan yang dilakukan terhadap angkutan logistik itu, kerugian dari para eksportir. Ia mencontohkan misalnya dari Cikarang saja, itu nilainya sudah mencapai triliunan rupiah.
Padahal menurutnya, kalau pemerintah benar-benar melakukan riset, jalan-jalan arteri bisa digunakan untuk dilalui angkutan logistik saat momen-momen Lebaran dan Nataru. Malah, kalau ada jalan tol yang memang bisa dilalui sebagai alternatif juga bisa digunakan.
“Tol itu kan problematikanya lebih banyak di Jawa. Nah, di Jabodetabek yang sudah punya alternatif untuk jalan tol, ini menurut saya sudah saatnya dirancang atau didesain ulang skenario untuk kanalisasi,” tukasnya.
Jadi katanya untuk angkutan barang itu harus ada jalur-jalur tertentu yang bisa dilewati saat momen Lebaran dan Nataru dan tidak malah diberlakukan pelarangan. Apalagi sekarang menurut Ade, jalan tol ini sudah mulai banyak yang dibangun.
“Itu harus difungsikan sebagai alternatif untuk bisa menjadi jalan keluar. Misalnya jalan tol ke Tanjung Priok dari arah Cikarang, kan bisa menggunakan tol baru yang dari Cilincing yang saat ini memang sangat sepi. Padahal, menurut tujuan investasi, Cilincing ini memang untuk angkutan barang,” katanya.
“Jadi sebenarnya dengan adanya pembangunan tol yang lebih banyak, pemerintah bisa mengalihkan tanpa mengurangi aktivitas logistik. Apalagi logistik ini kan satu hal yang penting bagi perekonomian Indonesia,” tambahnya.
Padahal menurutnya, kalau pemerintah benar-benar melakukan riset, jalan-jalan arteri bisa digunakan untuk dilalui angkutan logistik saat momen-momen Lebaran dan Nataru. Malah, kalau ada jalan tol yang memang bisa dilalui sebagai alternatif juga bisa digunakan.
“Tol itu kan problematikanya lebih banyak di Jawa. Nah, di Jabodetabek yang sudah punya alternatif untuk jalan tol, ini menurut saya sudah saatnya dirancang atau didesain ulang skenario untuk kanalisasi,” tukasnya.
Jadi katanya untuk angkutan barang itu harus ada jalur-jalur tertentu yang bisa dilewati saat momen Lebaran dan Nataru dan tidak malah diberlakukan pelarangan. Apalagi sekarang menurut Ade, jalan tol ini sudah mulai banyak yang dibangun.
“Itu harus difungsikan sebagai alternatif untuk bisa menjadi jalan keluar. Misalnya jalan tol ke Tanjung Priok dari arah Cikarang, kan bisa menggunakan tol baru yang dari Cilincing yang saat ini memang sangat sepi. Padahal, menurut tujuan investasi, Cilincing ini memang untuk angkutan barang,” katanya.
“Jadi sebenarnya dengan adanya pembangunan tol yang lebih banyak, pemerintah bisa mengalihkan tanpa mengurangi aktivitas logistik. Apalagi logistik ini kan satu hal yang penting bagi perekonomian Indonesia,” tambahnya.
Lihat Juga :