Resesi Seks Bikin Jepang Lengser dari Peringkat Ketiga Ekonomi Terbesar Dunia
Jum'at, 16 Februari 2024 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, resesi seks di Jepang menjadi penyebab kemunduruan ekonomi. Seperti negara tetangganya, China, Jepang juga menderita karena populasi yang menua dan menyusut. Krisis seks yang dipublikasikan dengan baik berarti bahwa wanita Jepang rata-rata hanya memiliki 1,3 anak, jauh di bawah angka yang menurut para ahli demografi diperlukan untuk mempertahankan jumlah penduduk yang stabil. Hal ini dapat mengakibatkan kekurangan tenaga kerja yang kronis dalam beberapa dekade ke depan.
Baca Juga: Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Tak hanya Jepang, Inggris juga mengalami resesi. Krisis biaya hidup dan belanja yang lemah menjadi penyebab utama. Data resmi menunjukkan ekonominya menyusut 0,3% antara bulan Oktober dan Desember kontraksi secara kuartalan kedua berturut-turut. Hal ini secara resmi membuat Inggris masuk ke jurang resesi. Pada tahun 2023, Inggris mencatat pertumbuhan suram hanya 0,1%, yang merupakan kinerja terburuk dalam 12 bulan sejak tahun setelah krisis keuangan pada tahun 2008.
Sejak pandemi, Inggris telah berjuang melawan krisis biaya hidup yang bahkan lebih buruk daripada negara maju lainnya. Inflasi melonjak setinggi 11% pada Oktober 2022 dan masih berjalan pada 4%, dua kali lipat dari target 2% Bank of England.
Baca Juga: Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Tak hanya Jepang, Inggris juga mengalami resesi. Krisis biaya hidup dan belanja yang lemah menjadi penyebab utama. Data resmi menunjukkan ekonominya menyusut 0,3% antara bulan Oktober dan Desember kontraksi secara kuartalan kedua berturut-turut. Hal ini secara resmi membuat Inggris masuk ke jurang resesi. Pada tahun 2023, Inggris mencatat pertumbuhan suram hanya 0,1%, yang merupakan kinerja terburuk dalam 12 bulan sejak tahun setelah krisis keuangan pada tahun 2008.
Sejak pandemi, Inggris telah berjuang melawan krisis biaya hidup yang bahkan lebih buruk daripada negara maju lainnya. Inflasi melonjak setinggi 11% pada Oktober 2022 dan masih berjalan pada 4%, dua kali lipat dari target 2% Bank of England.
(nng)
Lihat Juga :