alexametrics

BI Diragukan Ekonom Kembali Kerek Suku Bunga Acuan

loading...
BI Diragukan Ekonom Kembali Kerek Suku Bunga Acuan
Bank Indonesia (BI) diragukan ekonom bakal kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate ketika The Fed beri sinyal mengkerek suku bunga. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diragukan oleh ekonom bakal kembali menaikkan suku bunga acuan Indonesia atau BI 7-Day Reverse Repo Rate ketika The Fed mencuatkan sinyal bakal tetap berada dalam jalur mengkerek suku bunga AS secara bertahap tahun ini. Setelah BI mendongkrak tingkat suku bunga pada bulan Juni kemarin, saat ini diperkirkan bakal bertahan di 5,25%.

Pengamat dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menerangkan, bahwa BI tidak akan menaikan suku bunga yang dinilai temporer dalam menstabilkan rupiah. "Hari ini BI diperkirakan akan bertahan di 5,25% alias tidak menaikan bunga acuan. Langkah BI untuk naikan bunga acuan dianggap temporer dan kurang efektif meskipun sudah naik 100 bps sejak bulan Mei.," ujar Bhima kepada SINDOnews di Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Menurutnya, menaikan suku bunga kembali bakal membenani sektor perbankan, lantaran bunga kredit pun akan naik. "Kenaikan bunga yang berlebihan dikhawatirkan memicu spekulasi berlebihan di pasar valas. Kemudian Bank Indonesia juga perlu memperhatikan kondisi perbankan dan sektor riil akibat naiknya bunga kredit," paparnya.



Jikapun akan menaikan suku bunga kembali, Dia pun menyarankan agar menaikan suku bunga 25 basis point agar tidak terlalu membenani sektor perbankan. "Dari BI sendiri jika tetap gunakan bunga acuan, maka prediksinya akan naikan 1 kali lagi 25 bps menjadi 5,5%," tandasnya.

Sementara itu rupiah pagi ini masih terus terkapar terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menjelang perdagangan akhir pekan ini. Tercatat pada sesi pembukaan pagi ini, mata uang Garuda menyusut hingga tembus tembus level Rp14.418/USD justru saat dolar bergerak cenderung mendatar terhadap Yen Jepang dan enam mata uang utama lainnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak