alexametrics

4 Bos Start-up Masuk Orang Terkaya

loading...
4 Bos Start-up Masuk Orang Terkaya
4 Bos Start-up Masuk Orang Terkaya. (Koran SINDO. Masyhudi).
A+ A-
JAKARTA - Perkembangan perusahaan start-up Indonesia terus menunjukkan tren positif. Bahkan empat bos start-up Indonesia, yakni Ferry Unardi (Traveloka), William Tanuwijaya (Tokopedia), Achmad Zaky (Bukalapak), dan Nadiem Makarim (Go-Jek) untuk pertama kalinya berhasil masuk dalam daftar 150 orang terkaya Indonesia versi Globe Asia.

Kekayaan Unardi mencapai USD145 juta (sekitar Rp2 triliun). Lelaki berusia 30 tahun itu berada di posisi ke-146. Bos Tokopedia, Tanuwijaya, memiliki kekayaan USD130 juta (Rp1,8 triliun). Adapun Zaky dan Makarim masing-masing menyimpan pundi-pundi kekayaan USD105 juta (Rp1,5 triliun) dan USD100 juta (Rp1,4 triliun).

Peringkat paling puncak orang terkaya Indonesia diduduki Robert Hartono dan Michael Hartono, pemilik Djarum dan BCA. Mereka memiliki kekayaan USD21 mi liar (Rp303,4 triliun). Disusul Eka Tjipta Widjaja (Sinar Mas Grup) dengan USD13,9 miliar, Anthoni Salim (First Paolflo) USD11,5 miliar, dan Susilo Wonowidjojo (Gudang Garam) USD11 miliar.

Sementara itu, Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo berada di urutan ke-19 dengan kekayaan USD1,8 miliar (Rp26 triliun). “MNC Group merupakan operator media terbesar di Indonesia. Perusahaan media tersebut menanamkan modal di sektor properti, infrastruktur, keuangan, dan modal venture,” ungkap Globe Asia.



Seperti dilansir Globe Asia, perusahaan start-up juga tidak kalah dari perusahaan lama. Go-Jek yang awalnya hanya membuka layanan ojek online pada 2010, kini menjadi salah satu bisnis paling bernilai. Layanannya melebar ke ber bagai sektor, mulai logistik (Go-Send), antar makanan (Go-Food), hingga pembayaran (Go-Pay).

Pada titik permulaan, Go-Jek tersandung masalah di lapangan menyusul sengketa bisnis dengan tukang ojek konvensional, termasuk dengan sopir taksi. Pemerintah lokal hingga pusat turun tangan untuk mencoba memberikan jalan tengah dan ekonomi berkeadilan. Regulasi baru pun terus bermunculan di setiap tahun.

Makarim selaku pendiri Go-Jek mengukuhkan misi peningkatan pendapatan dan kehidupan rakyat Indonesia di sektor informal. Dia merangkumnya dalam tiga nilai, yakni kecepatan, inovasi, dan dampak sosial. Saat ini aplikasi yang berada di bawah PT Aplikasi Karya Anak Bangsa itu memberikan layanan di 50 kota di Indonesia.

Dalam waktu dekat, Go-Jek tidak hanya akan mengembangkan layanan ke kota-kota yang lain, tapi juga keluar negeri. Ekspansi bisnis di Filipina dan Singapura masih dalam proses, sedangkan akuisisi di India sudah rampung. Go-Jek telah bermitra dengan 300.000 tukang ojek yang di berikan berbagai jaminan dan pelatihan.

Dengan dampak yang besar terhadap perubahan bisnis transportasi di Indonesia, Go-Jek menjadi satu-satunya perusahaan Asia Tenggara yang masuk daftar Top 50 Company Fortune Change the World 2017. Setahun setelah diluncurkan, perusahaan tersebut menggalang dana hingga USD500 juta dari KKR dan Warburg Pincus. Go-Jek merupakan Unicorn pertama Indonesia.

Unicorn ada lah perusahaan start-up yang berhasil memiliki valuasi hingga USD1 miliar, dengan asumsi nilai transaksi Rp1,8 miliar per hari. Go-Jek menjadi satu puzzle dari puluhan puzzle perusahaan start-up yang mendulang sukses meraup keuntungan besar di Indonesia.

Tokopedia yang satu tahun lebih tua dibandingkan Go-Jek membaca pergerakan bisnis digital sejak 2014 silam. Dengan suntikan dana hingga USD100 juta dari Softbank Internet and Media dan Sequia Capital, Tokopedia menjadi salah satu perusahaan paling berkembang, terbesar, dan terpercaya di sektor belanja online.

Tokopedia kembali mendapatkan dana segar senilai USD1,1 miliar dari perusahaan e-commerce raksasa Alibaba. Pemilik Tokopedia, Tanuwijaya, menjadi selebritas di industri digital. Tanuwijaya mulai tersirat untuk menangkap peluang bisnis belanja online setelah melihat potensi pertumbuhannya yang terus naik.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak