Penjualan CPO Turun, Laba Astra Agro Anjlok Jadi Rp1,05 Triliun
Jum'at, 23 Februari 2024 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
Beban pokok ikut terpangkas mengikuti performa penjualan. Namun biaya umum dan administrasi hingga ongkok justru membengkak, yang sebagian besar merupakan beban pengiriman dan ongkos angkut.
Baca Juga: Ekspor Sawit Masih Jadi Andalan Indonesia, Nilainya Rp457,3 Triliun di 2022
Saat penjualan inti turun, AALI mampu ditopang oleh pendapatan lain-lain dari diversifikasi bisnis sawit sebesar Rp443,68 miliar. Dari sisi neraca, total aset perseroan terpangkas 1,3% yoy menjadi Rp28,84 triliun. Jumlah kewajiban utang atau liabilitas turun 10,3% yoy di angka Rp6,28 triliun, sedangkan ekuitas terjaga 1,4% senilai Rp22,5 triliun.
Kas yang tersisa akhir 2023 mencapai Rp2,08 triliun, mengalami kenaikan hampir Rp500 miliar akibat peningkatan arus kas operasional, hingga penurunan keperluan pembayaran utang bank.
Baca Juga: Ekspor Sawit Masih Jadi Andalan Indonesia, Nilainya Rp457,3 Triliun di 2022
Saat penjualan inti turun, AALI mampu ditopang oleh pendapatan lain-lain dari diversifikasi bisnis sawit sebesar Rp443,68 miliar. Dari sisi neraca, total aset perseroan terpangkas 1,3% yoy menjadi Rp28,84 triliun. Jumlah kewajiban utang atau liabilitas turun 10,3% yoy di angka Rp6,28 triliun, sedangkan ekuitas terjaga 1,4% senilai Rp22,5 triliun.
Kas yang tersisa akhir 2023 mencapai Rp2,08 triliun, mengalami kenaikan hampir Rp500 miliar akibat peningkatan arus kas operasional, hingga penurunan keperluan pembayaran utang bank.
(nng)
Lihat Juga :