Tumbuh 9,1%, Aset BTN Naik Jadi Rp438,75 Triliun di 2024
Senin, 26 Februari 2024 - 22:21 WIB
loading...
BTN memasuki usia 74 tahun terus fokus melakukan transformasi dan memperluas cakupan bisnis. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN) memasuki usia 74 tahun terus fokus melakukan transformasi dalam memperluas cakupan bisnis. Hasilnya pada 2024 BTN berhasil mencatatkan kenaikan aset sebesar 9,1% menjadi Rp438,75 triliun.
"Pada 2023 pertumbuhan ekonomi kita sangat luar biasa pasca pandemi Covid-19. Laba bersih BTN mencapai Rp3,5 triliun dengan pertumbuhan signifikan sebesar 15%," ujar Direktur BTN Nixon LP Napitupulu dalam acara penghargaan kepada mitra pengembang yang dinilai sukses mencapai target penyaluran KPR, di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: BRI Salurkan FLPP 200 Ribu Unit di 2024, Simak Persyaratannya
Menurut dia BTN akan terus memperkuat kerja sama dengan pengembang dalam menyalurkan KPR non-subsidi maupun subsidi. Nixon menjelaskan segmen yang disasar BTN berfokus pada rumah subsidi dan rumah menengah melalui pemberian suku bunga rendah yang saat ini sebesar 2,99% diharapkan dapat meningkatkan bisnis properti setiap tahun.
Dia merinci pencapaian top 22 mitra developer non subsidi sebesar Rp6,25 triliun atau sebesar 38,62% dari total realisasi nasional. Sedangkan untuk subsidi melalui 20 mitra developer sebesar 16.114 unit atau sekitar Rp2,58 triliun atau 10,94% dari total realisasi nasional.
"Pada 2023 pertumbuhan ekonomi kita sangat luar biasa pasca pandemi Covid-19. Laba bersih BTN mencapai Rp3,5 triliun dengan pertumbuhan signifikan sebesar 15%," ujar Direktur BTN Nixon LP Napitupulu dalam acara penghargaan kepada mitra pengembang yang dinilai sukses mencapai target penyaluran KPR, di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: BRI Salurkan FLPP 200 Ribu Unit di 2024, Simak Persyaratannya
Menurut dia BTN akan terus memperkuat kerja sama dengan pengembang dalam menyalurkan KPR non-subsidi maupun subsidi. Nixon menjelaskan segmen yang disasar BTN berfokus pada rumah subsidi dan rumah menengah melalui pemberian suku bunga rendah yang saat ini sebesar 2,99% diharapkan dapat meningkatkan bisnis properti setiap tahun.
Dia merinci pencapaian top 22 mitra developer non subsidi sebesar Rp6,25 triliun atau sebesar 38,62% dari total realisasi nasional. Sedangkan untuk subsidi melalui 20 mitra developer sebesar 16.114 unit atau sekitar Rp2,58 triliun atau 10,94% dari total realisasi nasional.
Lihat Juga :