Ratusan Ibu-ibu Antusias Ikut Edukasi Pasar Modal di Kota Malang

Jum'at, 01 Maret 2024 - 13:54 WIB
loading...
Ratusan Ibu-ibu Antusias...
Ratusan ibu-ibu dan perempuan di Kota Malang mengikuti edukasi pasar modal. FOTO/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Ratusan ibu-ibu dan perempuan di Kota Malang mendapat materi investasi pasar modal. Para perempuan ini mendapatkan sosialisasi dari beberapa stakeholder mulai dari Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) dari Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan Halimatus Sa'diyah, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur Cita Meilisa dan Dewan Eksekutif Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) Mauldy R. Makmur.

Tampak para antusiasme dari para ibu-ibu mengikuti materi mengenai 'Sosialisasi Perempuan Malang Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal'. Mereka hadir dari berbagai kalangan mulai dari ibu rumah tangga, beberapa pelaku usaha kecil menengah (UMM), dan karyawan.

MNC Asset Management sebagai bagian dari pelaku investasi dan reksa dana juga turut membuka stan atau booth dalam acara sosialisasi di Kantor OJK, Malang, Kamis sore (29/2/2024). MNC Asset terpanggil memenuhi undangan dari APRDI, demi memberikan edukasi ke para ibu-ibu di Malang.

Baca Juga: MNC Asset Kolaborasi Gelar Edukasi Investasi Pasar Modal di Malang

Jeffrey Hendrik, selaku Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia menyebut, bursa saham Indonesia menjadi yang terbesar di kawasan ASEAN, sudah waktunya orang Indonesia yang ikut banyak lagi. Maka perlu adanya sosialisasi dan edukasi pengetahuan mengenai pasar modal, investasi dan segala jenisnya, termasuk kepada para ibu-ibu perempuan di Malang.

"Bursa saham Indonesia terbesar di kawasan ASEAN, sudah waktunya orang Indonesia yang ikut banyak lagi. Supaya selesai kegiatan ini bisa melindungi diri dan keluarga, bisa jadi investor, dan ikut menikmati pertumbuhan pasar modal kita. Nanti yang ada di sini menyampaikan ke ibu-ibu yang ada di Malang lainnya mengedukasi," ujar Jeffrey Hendrik, saat memberikan sambutan, pada Kamis sore (29/2/2024).

Sosialisasi ini juga disebut Jeffrey, memberikan perlindungan ke masyarakat karena saat ini marak adanya penipuan berkedok investasi. Di tengah mulai potensi pasar modal Indonesia yang bisa tumbuh dari Rp 7 triliun hingga triliunan rupiah.

"Banyak penipuan berkedok investasi. Waktu awal covid, tiap hari ngangkatin penipu, tapi korban tetap berjatuhan, agar ibu-ibu punya cara sendiri investasi benar dan investasi yang bodong seperti apa, melindungi keuangan keluarga, supaya keuangan menjadi bertumbuh dan jadi sejahtera," jelasnya.

Sementara itu, Winarti ibu asal Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang menyatakan, tertarik mengikuti sosialisasi investasi di pasar modal karena banyaknya isu perihal penipuan dan kerugian, akibat investasi dari pihak-pihak tak bertanggungjawab.

"Dari sana (adanya penipuan - penipuan) membuat kami itu tertarik pengen tahu, kayak apa sih itu investasi, bagaimana resikonya, kalau untuk ibu-ibu rumah tangga kayak saya, apa bisa ikut," ujar Winarti.

Baca Juga: Dukung Seminar Pasar Modal, MNC Asset Ungkap Pentingnya Cerdas Investasi Sejak Dini

Hal serupa disampaikan Endang yang mengaku memang beberapa kali mendengar investasi, tapi masih agak ragu mendengar adanya beberapa berita dan informasi perihal penipuan. Sebab sebagai perempuan karier, ia tak ingin uang yang dikumpulkan dan diinvestasikan raib begitu saja.

"Sekarang ini kan banyak investasi-investasi bodong, penipuan berkedok investasi. Pengen tahu lebih dalam kayak apa sih cara membedakan yang legal dan ilegal itu," ucap Endang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Nasib IHSG Siang Ini,...
Nasib IHSG Siang Ini, Babak Belur Tergelincir 2,42% ke 5.679
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Sah! Berikut Jajaran...
Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Edukasi Jadi Kunci Perkembangan...
Edukasi Jadi Kunci Perkembangan Industri Estetika Medis
Mengenal William Adi,...
Mengenal William Adi, Kreator Konten yang Konsisten Edukasi Skincare dan Kesehatan Kulit
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Rekomendasi
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Soroti Kejanggalan,...
Soroti Kejanggalan, Tim Hukum MNC Asia Surati KY dan MA untuk Awasi Sidang Banding Perkara CMNP
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Berita Terkini
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Redesign BUMN Via Danantara,...
Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Optimalkan Perlindungan Direksi atas Keputusan Bisnis
IHSG Hari Ini Terjun...
IHSG Hari Ini Terjun Bebas 3,05% ke Level 5.643, Transaksi Cetak Rp15 Triliun
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved