Rupiah Hari Ini Rp15.704 per USD, Inflasi Jadi Sentimen Utama
Jum'at, 01 Maret 2024 - 15:54 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore ini menyentuh level Rp15.704 per USD, usai inflasi dan peluang penurunan suku bunga acuan AS jadi sorotan investor. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore ini akhirnya ditutup menguat 14 poin menjadi Rp15.704 setelah sebelumnya sempat berada di posisi Rp15.719. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS melemah karena Data PCE menempatkan penurunan suku bunga di bulan Juni sebagai fokus.
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp15.719 per USD, Berikut Sentimennya
Namun risiko tetap ada Data indeks harga PCE ukuran inflasi pilihan The Fed turun seperti yang diharapkan pada bulan Januari, data menunjukkan pada hari Kamis.
“Angka tersebut memicu harapan bahwa inflasi akan turun dalam beberapa bulan mendatang dan memberikan dorongan yang cukup bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga pada bulan Juni,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (1/3/2024).
Namun alat CME Fedwatch menunjukkan para pedagang hanya sedikit meningkatkan ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga pada bulan Juni, sementara pertaruhan untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil.
Sejuah pejabat Fed juga memperingatkan bahwa inflasi yang tinggi akan membuat bank sentral tidak terburu-buru untuk mulai melonggarkan kebijakannya yang menunjukkan bahwa kenaikan inflasi di masa depan kemungkinan akan mengurangi prospek penurunan suku bunga di bulan Juni.
Baca Juga: Geger Harga Beras Mahal, Inflasi Tembus 2,75% di Februari
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp15.719 per USD, Berikut Sentimennya
Namun risiko tetap ada Data indeks harga PCE ukuran inflasi pilihan The Fed turun seperti yang diharapkan pada bulan Januari, data menunjukkan pada hari Kamis.
“Angka tersebut memicu harapan bahwa inflasi akan turun dalam beberapa bulan mendatang dan memberikan dorongan yang cukup bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga pada bulan Juni,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (1/3/2024).
Namun alat CME Fedwatch menunjukkan para pedagang hanya sedikit meningkatkan ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga pada bulan Juni, sementara pertaruhan untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil.
Sejuah pejabat Fed juga memperingatkan bahwa inflasi yang tinggi akan membuat bank sentral tidak terburu-buru untuk mulai melonggarkan kebijakannya yang menunjukkan bahwa kenaikan inflasi di masa depan kemungkinan akan mengurangi prospek penurunan suku bunga di bulan Juni.
Baca Juga: Geger Harga Beras Mahal, Inflasi Tembus 2,75% di Februari
Lihat Juga :