alexametrics

Harga Emas Antam Berkilau, USD Redupkan Harga Emas Global

loading...
Harga Emas Antam Berkilau, USD Redupkan Harga Emas Global
Harga emas Antam naik saat harga emas dunia turun. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Harga jual emas dan beli kembali (buyback) PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Selasa (4/9/2018) menguat. Melansir situs Logammulia.com, harga jual emas Antam naik Rp2.000 menjadi Rp656.000 per gram dan harga buyback bertambah Rp3.000 menjadi Rp569.000 per gram.

Untuk harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.263.000 dengan harga per gram Rp631.500. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.876.000 dengan harga per gram Rp625.333. Emas ukuran 5 gram seharga Rp3.107.000 dengan harga per gram Rp621.400.

Harga emas 10 gram dijual Rp6.129.000 dengan harga per gram Rp612.900. Harga emas 25 gram dijual Rp15.197.500 dengan harga per gram Rp607.900. Harga emas 50 gram sebesar Rp30.275.000 dengan harga per gram Rp605.500.



Harga emas 100 gram sebesar Rp60.429.000 dengan harga per gram Rp604.290. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp150.681.500 dengan harga per gram Rp602.726, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp301.060.000 dengan harga per gram Rp602.120.

Posisi harga jual emas Antam di Pulogadung menguat Rp2.000 ke level Rp651.000 per gram dan buyback naik Rp3.000 ke level Rp569.000 per gram. Dan harga emas Jakarta II dijual pada posisi Rp656.000 per gram serta buyback pada level Rp569.000 per gram.

Berbeda dengan harga emas dalam negeri yang menguat, harga emas global bergerak turun pada Selasa (4/9/2018). Mengutip dari Reuters, harga emas turun karena permintaan dolar Amerika Serikat (USD) sebagai safe haven aset menguat imbas ketegangan perang dagang global. Seperti perang dagang AS dengan China dan Kanada.

Harga emas global di pasar spot turun 0,1% pada level USD1.199,40 per ons pada pukul 00:49 GMT. Dan harga emas berjangka AS turun 0,1% pada posisi USD1.206 per ons.

Harga emas telah jatuh sekitar 8% sepanjang tahun ini di tengah meningkatnya suku bunga The Fed, sengketa perdagangan internasional dan krisis mata uang Turki, dimana investor lebih memilih dolar AS sebagai aset safe haven.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak