Menkeu Sri Mulyani Apresiasi AgenBRILink di BRI Microfinance Outlook 2024
Jum'at, 08 Maret 2024 - 11:37 WIB
loading...
Sri Mulyani pada BRI Microfinance Outlook 2024 di Menara BRILiaN, Jakarta Selatan, Kamis (7/3/2024). (Foto: dok BRI)
A
A
A
JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa UMKM berperan besar bagi perekonomian, namun masih banyak yang belum terjangkau oleh perbankan. Maka dari itu, secara khusus dirinya meminta kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) agar memperluas akses pembiayaan.
Secara khusus, Sri Mulyani meminta AgenBRILink bisa meningkatkan akses pembiayaan kepada 29 juta orang yang masih belum terjamah. Hal tersebut dia ungkapkan padaBRI Microfinance Outlook 2024 di Menara BRILiaN, Jakarta Selatan, Kamis (7/3/2024).
"15 juta belum cukup, harus menjadi 45 juta sehingga kita bisa berikan (akses pembiayaan) kepada semua orang," tuturnya.
Sri Mulyani menambahkan, meski jumlah UMKM di Tanah Air sangat besar, namun UMKM yang mampu menembus pasar ekspor masih relatif kecil, yakni dikisaran 15 persen.
"Salah satu yang menjadi kendala adalah pembiayaan, ada 29,2 juta yang tidak mampu mengakses pembiayaan," ucapnya.
Selain akses, masalah lain yang dihadapi pelaku usaha ultra mikro adalahaffordability. Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan BRI melalui AgenBRILink mampu melakukan penetrasi hingga masyarakat terkecil.
"Saya harapkan agar BRI lakukan penetrasi melaluiAgenBRILinkdan bahkan beroperasinya tidak perlu bangunan, agen itu juga identik dengan pemilik warung," kata Sri Mulyani.
Secara khusus, Sri Mulyani meminta AgenBRILink bisa meningkatkan akses pembiayaan kepada 29 juta orang yang masih belum terjamah. Hal tersebut dia ungkapkan padaBRI Microfinance Outlook 2024 di Menara BRILiaN, Jakarta Selatan, Kamis (7/3/2024).
"15 juta belum cukup, harus menjadi 45 juta sehingga kita bisa berikan (akses pembiayaan) kepada semua orang," tuturnya.
Sri Mulyani menambahkan, meski jumlah UMKM di Tanah Air sangat besar, namun UMKM yang mampu menembus pasar ekspor masih relatif kecil, yakni dikisaran 15 persen.
"Salah satu yang menjadi kendala adalah pembiayaan, ada 29,2 juta yang tidak mampu mengakses pembiayaan," ucapnya.
Selain akses, masalah lain yang dihadapi pelaku usaha ultra mikro adalahaffordability. Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan BRI melalui AgenBRILink mampu melakukan penetrasi hingga masyarakat terkecil.
"Saya harapkan agar BRI lakukan penetrasi melaluiAgenBRILinkdan bahkan beroperasinya tidak perlu bangunan, agen itu juga identik dengan pemilik warung," kata Sri Mulyani.
Lihat Juga :