Turun Tipis, Utang Luar Negeri per Januari Capai Rp6.085,5 Triliun
Jum'at, 15 Maret 2024 - 11:19 WIB
loading...
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2024 mencapai USD405,7 miliar atau sekira Rp6.085,5 triliun. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan, Utang Luar Negeri (ULN) pada Januari 2024 mencapai USD405,7 miliar atau sekira Rp6.085,5 triliun (kurs Rp15.000 per USD). Nilai utang tersebut turun tipis dibandingkan dengan posisi pada Desember 2023 yang sebesar USD408,1 miliar.
Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, secara tahunan posisi ULN Indonesia tumbuh sebesar 0,04% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,9% (yoy). "Penurunan tersebut dikontribusikan oleh penurunan ULN sektor publik dan swasta," kata Erwin dalam keterangan resmi, Jumat (15/3/2024).
Adapun ULN pemerintah pada Januari 2024 tercatat sebesar USD194,4 miliar, turun dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar USD196,6 miliar. Secara tahunan, ULN pemerintah tumbuh sebesar 0,1% (yoy), juga melambat dibandingkan dengan bulan lalu sebesar 5,4% (yoy).
Baca Juga: Buat Bayar Utang Luar Negeri, Cadev RI di Februari 2024 Turun Jadi USD144 Miliar
"Penurunan posisi ULN pemerintah antara lain dipengaruhi oleh pelunasan seri Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo," papar Erwin.
Lebih lanjut, Erwin menegaskan bahwa Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel.
Dia menambahkan, pemanfaatan ULN juga terus diarahkan untuk fokus mendukung upaya Pemerintah dalam pembiayaan belanja program prioritas dan pelindungan masyarakat di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, secara tahunan posisi ULN Indonesia tumbuh sebesar 0,04% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,9% (yoy). "Penurunan tersebut dikontribusikan oleh penurunan ULN sektor publik dan swasta," kata Erwin dalam keterangan resmi, Jumat (15/3/2024).
Adapun ULN pemerintah pada Januari 2024 tercatat sebesar USD194,4 miliar, turun dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar USD196,6 miliar. Secara tahunan, ULN pemerintah tumbuh sebesar 0,1% (yoy), juga melambat dibandingkan dengan bulan lalu sebesar 5,4% (yoy).
Baca Juga: Buat Bayar Utang Luar Negeri, Cadev RI di Februari 2024 Turun Jadi USD144 Miliar
"Penurunan posisi ULN pemerintah antara lain dipengaruhi oleh pelunasan seri Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo," papar Erwin.
Lebih lanjut, Erwin menegaskan bahwa Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel.
Dia menambahkan, pemanfaatan ULN juga terus diarahkan untuk fokus mendukung upaya Pemerintah dalam pembiayaan belanja program prioritas dan pelindungan masyarakat di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Lihat Juga :