Disetujui Jokowi, Relaksasi HET Beras Premium Diperpanjang Sebulan

Selasa, 19 Maret 2024 - 13:02 WIB
loading...
Disetujui Jokowi, Relaksasi...
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dan Mentan Andi Amran Sulaiman di Istana Negara, Selasa (19/3/2024). FOTO/Raka DN
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui perpanjangan relaksasi Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium hingga bulan April 2024 mendatang.

"Bapanas juga sampaikan kepada Presiden agar relaksasi harga beras premium yang sebelumnya Rp13.900 ke Rp14.900 kita minta izin dan disetujui untuk diperpanjang satu bulan ini," ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi seusai menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/3/2024).

Baca Juga: Bulog Klaim Harga Beras Premium Sudah Balik ke Rp14.000 per Kg

Arief menjelaskan bahwa perpanjangan tersebut dilakukan agar stok beras di pasar dapat terjaga. "Supaya stok yang ada di market terutama di modern market itu dan outlet itu terjaga," jelasnya.

Arief juga menyebut bahwa stok beras di Bulog akan dipertahankan di atas 2 juta ton. Karena itu, kata dia, perlu upaya mendorong produksi dalam negeri.

Baca Juga: Lawan Google, TikTok Siap Bayar Pembuat Konten

"Produksi kita itu memang harus ditingkatkan sehingga stok Bulog itu akan dijaga levelnya di atas 2 juta ton. Kalau kemarin sebelumnya 1,2 ini harus dijaga di atas 2 juta ton. Sehingga produksi dalam negeri jadi penting," ungkapnya.

Pemenuhan stok Bulog tersebut, kata dia, diprioritaskan pada produksi dalam negeri. Sementara pengadaan dari luar negeri menjadi alternatif terakhir.

"Ketersediaan itu memprioritaskan produksi dalam negeri. Kemudian kalau memang dirasakan perlu pengadaan dari luar negeri, itu akan dilakukan, tapi itu adalah alternatif terakhir," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dampak Perang Iran,...
Dampak Perang Iran, Harga Beras Asia Cetak Rekor Tertinggi dalam Dua Tahun
Puasa Belum Satu Pekan,...
Puasa Belum Satu Pekan, Ada Temuan Minyakita Dijual di Atas HET
Harga Beras Tak Boleh...
Harga Beras Tak Boleh Naik, Mentan Amran: Yang Diserang Pemerintah
Jaga Stabilitas Harga...
Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Beras, Perpadi Ungkap Apa Saja Instrumen Pentingnya
Langkah Strategis BULOG,...
Langkah Strategis BULOG, Ambil Peluang Ekspor Beras Premium ke Arab Saudi
Bapanas Ancam Pemain...
Bapanas Ancam Pemain di Balik Kelangkaan Minyak Goreng
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Presiden Prabowo: Indonesia...
Presiden Prabowo: Indonesia Kini Dihormati Dunia karena Berhasil Swasembada Pangan
Baznas Salurkan 625...
Baznas Salurkan 625 Ton Beras Zakat Fitrah untuk 36 Provinsi
Rekomendasi
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
3 Produsen Oplos 5 Merek...
3 Produsen Oplos 5 Merek Beras Premium, Ini Nama-namanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved