Bisikan Lembaga Finansial Dunia ke Erick Thohir: Ekonomi RI Tumbuh Signifikan di 2021
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
"Kebijakan Pak Presiden yang tidak me-lockdown Indonesia adalah kebijakan yang sangat tepat karena Presiden canangkan juga kepada Komite ada gas ada rem. Karena itu, data-datanya konkrit, hari ini kita itu minus 5,3 persen kalau kita bandingkan dengan negara tetangga kita baik itu Filipina dan Singapura, dan Malaysia," ujar Erick.
(Baca Juga: Target Ekonomi Pulih 100% Tahun Depan, Erick Thohir Prioritaskan Tiga Hal Ini )
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis kondisi perekonomian pada 2021 semakin baik di tengah upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi. Karena itu, dibutuhkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merepresentasi kondisi ekonomi nasional.
Dia menyebut, asumsi indikator ekonomi makro yang disiapkan harus penuh optimisme. Pada 2021, pertumbuhan ekonomi ditaksir mencapai 4,5-5,5 persen.
“Tingkat pertumbuhan ekonomi ini diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi sebagai motor penggerak utama. Inflasi akan tetap terjaga pada tingkat 3 persen, untuk mendukung daya beli masyarakat,” ucap Jokowi saat pidato Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.
(Baca Juga: Target Ekonomi Pulih 100% Tahun Depan, Erick Thohir Prioritaskan Tiga Hal Ini )
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis kondisi perekonomian pada 2021 semakin baik di tengah upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi. Karena itu, dibutuhkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merepresentasi kondisi ekonomi nasional.
Dia menyebut, asumsi indikator ekonomi makro yang disiapkan harus penuh optimisme. Pada 2021, pertumbuhan ekonomi ditaksir mencapai 4,5-5,5 persen.
“Tingkat pertumbuhan ekonomi ini diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi sebagai motor penggerak utama. Inflasi akan tetap terjaga pada tingkat 3 persen, untuk mendukung daya beli masyarakat,” ucap Jokowi saat pidato Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.
(akr)
Lihat Juga :