Pakai QRIS BRI, Belanja di Warung Yuni Tak Pusing Uang Kembalian
Minggu, 24 Maret 2024 - 08:30 WIB
loading...
Warung kelontong Yuni adalah salah satu warung pinggir jalan yang menggunakan QRIS yang disediakan BRI. FOTO/Wahyono
A
A
A
JAKARTA - Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di masyarakat semakin berkembang. Pasalnya, metode pembayaran non-tunai lewat QRIS bisa dilakukan di berbagai tempat. Tak hanya di mal, restoran, atau minimarket, kini QRIS mudah ditemui di pedagang kaki lima hingga warung pinggir jalan.
Berbagai kelebihan yang ditawarkan QRIS pun turut dihadirkan oleh sektor perbankan yang terus beradaptasi dan berinovasi melalui layanan mobile banking. Salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menghadirkan fitur QRIS.
Baca Juga: KUR BRI Membuka Jalan Lukman Hakim Terjun Berbisnis Miniatur Ondel-ondel
Warung kelontong Yuni adalah salah satu warung pinggir jalan yang menggunakan QRIS. Lokasinya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Menurut Nurwahyuni, pemilik toko kelontong Yuni, sistem pembayaran dengan QRIS BRI sudah tersedia di warungnya sejak 2022. Mulai saat itu, pembeli yang menggunakan QRIS di warung kelontong Yuni makin bertambah banyak.
“Rata-rata yang gunakan QRIS kebanyakan pelajar, terutama untuk jajan,” tutur Nurwahyuni saat berbincang dengan Sindonews di warung kelontongnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Berbagai kelebihan yang ditawarkan QRIS pun turut dihadirkan oleh sektor perbankan yang terus beradaptasi dan berinovasi melalui layanan mobile banking. Salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menghadirkan fitur QRIS.
Baca Juga: KUR BRI Membuka Jalan Lukman Hakim Terjun Berbisnis Miniatur Ondel-ondel
Warung kelontong Yuni adalah salah satu warung pinggir jalan yang menggunakan QRIS. Lokasinya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Menurut Nurwahyuni, pemilik toko kelontong Yuni, sistem pembayaran dengan QRIS BRI sudah tersedia di warungnya sejak 2022. Mulai saat itu, pembeli yang menggunakan QRIS di warung kelontong Yuni makin bertambah banyak.
“Rata-rata yang gunakan QRIS kebanyakan pelajar, terutama untuk jajan,” tutur Nurwahyuni saat berbincang dengan Sindonews di warung kelontongnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Lihat Juga :