Membuka Peluang Kerja Sama Industri Manufaktur Indonesia-Thailand

Rabu, 03 April 2024 - 23:47 WIB
loading...
Membuka Peluang Kerja...
Thailand, dengan ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara, tengah menjadi pusat perhatian dalam industri otomotif. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Thailand memiliki sektor manufaktur yang mapan, khususnya di industri elektronik, peralatan rumah tangga, termasuk AC dan refrigeration machine, dan otomotif. Dengan hadirnya perusahaan multinasional asing, menjadikan negara tersebut diperhitungkan di kawasan Asia karena Thailand berhasil membangun infrastruktur manufaktur yang kuat sesuai standar.

Tingginya ketergantungan pada pemasok lokal, jaringan, dan ekosistem bisnisnya menjadikan relokasi ke negara-negara terdekat bukan merupakan prioritas bagi beberapa perusahaan. Lalu, bagimana peluang pasarnya serta kemungkinan kerja sama dengan perusahaan perusahaan sejenis di Indonesia?

Semua itu akan terungkap dalam ajang “Thailand Industrial Business Matching”, yang diselenggarakan oleh Thai Trade Center (TTC) di bawah naungan Department of International Trade Promotion (DITP) di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta (2/4/2024).

Baca Juga: PMI Manufaktur Ekspansif Jadi Momentum Keluarkan Kebijakan Pro Industri

Acara ini menjadi sarana tatap muka antara pengusaha Thailand dan Indonesia untuk menggali potensi dan peluang bisnis. Acara ini akan dihadiri oleh sekitar 19 pengusaha Thailand dari berbagai sektor ini, khususnya industri elektronik dan peralatan rumah tangga, termasuk AC, refrigeration machine, dan otomotif.

Ajang ini juga didukung oleh pengusaha dari industri terkait, seperti Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Indonesia, Gabungan Perusahaan Industri Elektronik dan Alat-alat Listrik Rumah Tangga Indonesia (GABEL), serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, organisasi pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian.

“Lanskap industri Thailand menawarkan banyak peluang untuk ekspansi dan kerja sama. Dengan basis manufaktur yang mapan dan keahliannya, Thailand berusaha menjajaki sinergi dengan rekan bisnis di Indonesia untuk meningkatkan penetrasi pasar dan memanfaatkan peluang bisnis,” ujar Mrs Hataichanok Sivara, Direktur Thai Trade Center Jakarta dalam pernyataannya yang diterima, Rabu (3/4/2024).

Perekonomian Thailand dan Industri Konstruksi

Volume pasar konstruksi Thailand diperkirakan mencapai USD26,68 miliar pada 2024, dan diperkirakan akan mencapai USD34,05 miliar pada tahun 2029, tumbuh dengan compounded annual growth rate (CAGR) lebih dari 5% selama periode perkiraan (2024- 2029).

Menurut Mrs Hataichanok Sivara, pertumbuhan industri konstruksi sebagian dipengaruhi permintaan unit hunian. Selain itu, terdapat lebih banyak pembangunan pusat perbelanjaan dan restoran di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Meningkatnya permintaan akan unit tempat tinggal juga menyebabkan peningkatan pasokan kondominium, terutama di Bangkok dan sekitarnya.

Saat ini, pemerintah Thailand bertujuan membentuk beberapa wilayah menjadi zona ekonomi khusus yang berfokus pada pertumbuhan industri. Kebijakan ini berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan konstruksi yang lebih besar di Thailand.

Thailand, dengan ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara, tengah menjadi pusat perhatian dalam industri otomotif. Proyeksi PDB yang menjanjikan, dengan CAGR 5,4% dari 2021 hingga 2025, membawa potensi pertumbuhan lebih lanjut dalam industri ini, dengan estimasi mencapai nilai USD632 miliarpada akhir periode tersebut.

Analisis komposisi pasar otomotif Thailand mengungkapkan keberadaan sekitar 1.800 perusahaan di sektor ini, termasuk beberapa perusahaan besar, serta sekitar 700 produsen suku cadang otomotif Tier 1, dan lebih dari 1.000 produsen Tier 2 dan 3. Kehadiran yang kuat dari sektor ini bukan hanya mencerminkan luasnya rantai pasokan otomotif saat ini, tetapi juga menunjukkan kesiapan untuk pertumbuhan lebih lanjut berkat struktur pasar yang dinamis.

Sementara itu, pasar pendingin udara Thailand bernilai USD1645,21 juta pada 2023 dan diperkirakan akan tumbuh dengan cepat dalam periode perkiraan compounded annual growth rate (CAGR) sebesar 5,93% hingga tahun 2029. Pasar AC Thailand telah berkembang dan berinovasi secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir ini.

Perlu diinformasikan pula, bahwa akan ada dua event menarik, yang masih berkaitan dengan isu ini, yakni di EH 98-100 BITEC, Bangkok, Thailand, 4 -7 September 2024. Yang pertama “Bangkok RHVAC”, The 13th Bangkok Refrigeration, Heating, Ventilation and Air-Conditioning Exhibition.

Baca Juga: Kinerja Manufaktur Indonesia Positif, Tepis Adanya Deindustrialisasi

Acara yang dianggap sebagai salah satu dari lima event pameran dan perdagangan penting di dunia untuk bidang refrigeration, heating, ventilation dan AC. RHVAC merupakan acara pameran dan perdagangan terbesar kedua di kawasan Asia-Pasifik dan terbesar di Asia Tenggara.

Sementara yang kedua adalah “Bangkok E&E” The 9th Bangkok Electric & Electronics 2024 (Bangkok E&E), sebuah p­ameran barang-barang listrik dan elektronik terbaru Thailand, yang akan menampilkan perkembangan terkini di bidang kelistrikan dan elektronika yang berkaitan dengan penghematan energi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Rekomendasi
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Berita Terkini
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved