Bangun Jalan Tol Terpanjang di Indonesia, Hutama Karya Pakai Produk Lokal
Senin, 17 Agustus 2020 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
“Sebagian sudah selesai pembangunan dan beroperasi penuh sejak tahun 2017 yang lalu, dan sudah mulai mendukung proses industrialisasi sumber daya alam di Kawasan Sumatra.” jelasnya.
Pada tahun 2020 ini Hutama Karya juga menargetkan untuk mengoperasikan ruas PekanbaruDumai (131 km), ruas Banda Aceh-Sigli Seksi 4 (13,5 km) dan ruas Medan Binjai Seksi 1 (6 km). Dalam pembangunannya, PSN diharuskan mengutamakan penggunaan komponen dalam negeri, termasuk dalam pembangunan JTTS. Sejak dilakukan groundbreaking beberapa ruas
pertama hingga saat ini, Hutama Karya mempekerjakan tenaga kerja dan bahan baku lokal.
“Selain memang PSN ini diharuskan untuk mengutamakan tenaga kerja dan bahan baku lokal, ini juga merupakan wujud nasionalisme dan dedikasi Hutama Karya sebagai BUMN untuk mendukung produk lokal.” terang Budi.
Hingga saat ini, dalam pembangunan konstruksi JTTS sepanjang 368km yang telah beroperasi penuh, dibutuhkan tanah sebanyak 39.405.371 m3, besi sebanyak 90.682 ton, beton sebanyak 2.207.597 m3, pasir sebanyak 735.866 m3, batu pecah sebanyak 1.103.798 m3 dan semen sebanyak 757.063 ton. Selain itu, terdapat ribuan tenaga lokal yang dikerjakan dalam pembangunan ruas jalan tol.
Lebih lanjut, Budi menyampaikan bahwa kehadiran JTTS di Sumatra perlu didukung, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa, namun merata ke berbagai wilayah sehingga keseimbangan kondisi infrastruktur dapat tercapai.
“Hadirnya infrastruktur jalan di Sumatra akan banyak memberikan dampak positif kepada masyarakat serta meningkatkan produktivitas kegiatan ekonomi. Semua infrastruktur yang kita bangun merupakan wujud pengabdian dan loyalitas Hutama Karya kepada negeri dan masyarakat, ini persembahan kami untuk Indonesia Maju.” tutup Budi Harto Direktur Utama Hutama Karya.
Pada tahun 2020 ini Hutama Karya juga menargetkan untuk mengoperasikan ruas PekanbaruDumai (131 km), ruas Banda Aceh-Sigli Seksi 4 (13,5 km) dan ruas Medan Binjai Seksi 1 (6 km). Dalam pembangunannya, PSN diharuskan mengutamakan penggunaan komponen dalam negeri, termasuk dalam pembangunan JTTS. Sejak dilakukan groundbreaking beberapa ruas
pertama hingga saat ini, Hutama Karya mempekerjakan tenaga kerja dan bahan baku lokal.
“Selain memang PSN ini diharuskan untuk mengutamakan tenaga kerja dan bahan baku lokal, ini juga merupakan wujud nasionalisme dan dedikasi Hutama Karya sebagai BUMN untuk mendukung produk lokal.” terang Budi.
Hingga saat ini, dalam pembangunan konstruksi JTTS sepanjang 368km yang telah beroperasi penuh, dibutuhkan tanah sebanyak 39.405.371 m3, besi sebanyak 90.682 ton, beton sebanyak 2.207.597 m3, pasir sebanyak 735.866 m3, batu pecah sebanyak 1.103.798 m3 dan semen sebanyak 757.063 ton. Selain itu, terdapat ribuan tenaga lokal yang dikerjakan dalam pembangunan ruas jalan tol.
Lebih lanjut, Budi menyampaikan bahwa kehadiran JTTS di Sumatra perlu didukung, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa, namun merata ke berbagai wilayah sehingga keseimbangan kondisi infrastruktur dapat tercapai.
“Hadirnya infrastruktur jalan di Sumatra akan banyak memberikan dampak positif kepada masyarakat serta meningkatkan produktivitas kegiatan ekonomi. Semua infrastruktur yang kita bangun merupakan wujud pengabdian dan loyalitas Hutama Karya kepada negeri dan masyarakat, ini persembahan kami untuk Indonesia Maju.” tutup Budi Harto Direktur Utama Hutama Karya.
(srf)
Lihat Juga :