Bangun Jalan Tol Terpanjang di Indonesia, Hutama Karya Pakai Produk Lokal
Senin, 17 Agustus 2020 - 19:34 WIB
loading...
PT Hutama Karya (Persero) Gunakan Produk Lokal Bangun Tol.
A
A
A
JAKARTA - Terus berkarya membangun negeri melalui infrastruktur terbaiknya, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berdedikasi kepada negara dengan melanjutkan penugasan dari Pemerintah Indonesia untuk membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.765km, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dalam rangka pengembangan kawasan di Pulau Sumatra.
Jalan Tol Trans Sumatera sendiri merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu proyek-proyek infrastruktur dengan skala proyek bersifat strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan di daerah. Tidak hanya JTTS, pembangunan bendungan, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan Palapa Ring, merupakan usaha pemerintah untuk membangun infrastruktur tersebar di seluruh pelosok Indonesia, sehingga akan menggantikan Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris.
Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyampaikan bahwa JTTS merupakan jaringan jalan tol terpanjang di Indonesia dari Banda Aceh hingga Lampung sepanjang 2.765 km yang terdiri dari 24 ruas jalan tol dan ditargetkan selesai pembangunan pada tahun 2024.
“Infrastruktur jalan menjadi porsi besar dalam PSN, untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam pembangunan jalan. Saat ini Hutama Karya sedang melanjutkan pembangunan tol Trans Sumatera sepanjang ±771 km. Kami melaksanakannya dengan dedikasi yang tinggi karena kita tahu tujuan dari infrastruktur yang kita bangun ini untuk apa” jelas Budi.
Lebih lanjut Budi menjelaskan bahwa selain meneruskan pembangunan JTTS, Hutama Karya juga sudah mengoperasikan 368km ruas tol secara penuh, diantaranya ruas Medan Binjai Seksi 2 & 3 (17 Km), ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (140 Km), ruas Palembang – Indralaya (22 Km), dan ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 Km).
Jalan Tol Trans Sumatera sendiri merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu proyek-proyek infrastruktur dengan skala proyek bersifat strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan di daerah. Tidak hanya JTTS, pembangunan bendungan, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan Palapa Ring, merupakan usaha pemerintah untuk membangun infrastruktur tersebar di seluruh pelosok Indonesia, sehingga akan menggantikan Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris.
Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyampaikan bahwa JTTS merupakan jaringan jalan tol terpanjang di Indonesia dari Banda Aceh hingga Lampung sepanjang 2.765 km yang terdiri dari 24 ruas jalan tol dan ditargetkan selesai pembangunan pada tahun 2024.
“Infrastruktur jalan menjadi porsi besar dalam PSN, untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam pembangunan jalan. Saat ini Hutama Karya sedang melanjutkan pembangunan tol Trans Sumatera sepanjang ±771 km. Kami melaksanakannya dengan dedikasi yang tinggi karena kita tahu tujuan dari infrastruktur yang kita bangun ini untuk apa” jelas Budi.
Lebih lanjut Budi menjelaskan bahwa selain meneruskan pembangunan JTTS, Hutama Karya juga sudah mengoperasikan 368km ruas tol secara penuh, diantaranya ruas Medan Binjai Seksi 2 & 3 (17 Km), ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (140 Km), ruas Palembang – Indralaya (22 Km), dan ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 Km).
Lihat Juga :