Tertatih-Tatih, IHSG Disebut Masih Bisa Tembus 7.600 hingga Akhir 2024
Jum'at, 19 April 2024 - 08:25 WIB
loading...
Sempat diterpa sejumlah sentimen geopolitik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih berada dalam fase uptrend. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Sempat diterpa sejumlah sentimen geopolitik, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dinilai masih berada dalam fase uptrend. Kendati harus tertatih-tatih menahan tekanan jual investor asing, indeks dipandang dapat menembus level barunya tahun ini.
Baca Juga: Ditopang Saham Big Bank, IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat di Kisaran 7.122-7.280
Optimisme ini didasari sejumlah hal mulai dari ekspektasi ke depan seperti penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (the Fed) hingga tensi regional, termasuk Timur Tengah yang mereda.
“Memang dari MNC Sekuritas target di akhir tahun itu berada di sekitar 7.600-an. Kami memperkirakan ada potensi cut-rate The Fed ,” kata Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana kepada IDX Channel, Kamis (18/4/2024).
The Fed belakangan ini diragukan akan memangkas bunga acuan menyusul komentar hawkish sejumlah pejabat bank sentral, sekaligus data ekonomi AS yang kuat, seperti inflasi dan penjualan ritel.
Gubernur Fed Jerome Powell sebelumnya menegaskan, pihaknya membutuhkan lebih banyak waktu untuk segera memotong ongkos pinjaman. Baca Juga: IHSG Ambruk Bukan Kena Efek Perang Iran-Israel, Analis Ungkap Faktornya
Ini juga didukung oleh tingkat inflasi AS yang mencapai 3,5 year-on-year (yoy) pada Maret 2024. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan sebesar 3,4% yoy, sekaligus memanas dari periode sebelumnya sebesar 3,2% yoy.
Baca Juga: Ditopang Saham Big Bank, IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat di Kisaran 7.122-7.280
Optimisme ini didasari sejumlah hal mulai dari ekspektasi ke depan seperti penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (the Fed) hingga tensi regional, termasuk Timur Tengah yang mereda.
“Memang dari MNC Sekuritas target di akhir tahun itu berada di sekitar 7.600-an. Kami memperkirakan ada potensi cut-rate The Fed ,” kata Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana kepada IDX Channel, Kamis (18/4/2024).
The Fed belakangan ini diragukan akan memangkas bunga acuan menyusul komentar hawkish sejumlah pejabat bank sentral, sekaligus data ekonomi AS yang kuat, seperti inflasi dan penjualan ritel.
Gubernur Fed Jerome Powell sebelumnya menegaskan, pihaknya membutuhkan lebih banyak waktu untuk segera memotong ongkos pinjaman. Baca Juga: IHSG Ambruk Bukan Kena Efek Perang Iran-Israel, Analis Ungkap Faktornya
Ini juga didukung oleh tingkat inflasi AS yang mencapai 3,5 year-on-year (yoy) pada Maret 2024. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan sebesar 3,4% yoy, sekaligus memanas dari periode sebelumnya sebesar 3,2% yoy.
Lihat Juga :