AS Bakal Batasi Penerbangan Internasional, Picu Kekacuan Jutaan Penumpang Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:24 WIB
loading...
AS Bakal Batasi Penerbangan...
Maskapai penerbangan dan kelompok bisnis di AS memperingatkan potensi kekacauan besar jika pemerintah membatasi pemrosesan penerbangan internasional di sejumlah bandara utama. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Maskapai penerbangan dan kelompok bisnis di Amerika Serikat (AS) memperingatkan potensi kekacauan besar jika pemerintah membatasi pemrosesan penerbangan internasional di sejumlah bandara utama. Kebijakan tersebut dinilai dapat mengganggu perjalanan jutaan penumpang serta distribusi barang global.

"Penghentian operasional bea cukai di bandara utama berpotensi menimbulkan kekacauan yang tidak perlu dalam sistem transportasi udara nasional," demikian pernyataan bersama U.S. Chamber of Commerce, Airlines for America, dan sejumlah asosiasi industri lainnya dikutip dari Reuters, Sabtu (30/5/2026).

Baca Juga: Joy Air Bangkrut, Ribuan Penumpang di China Telantar

Peringatan ini muncul setelah Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Markwayne Mullin menyatakan pemerintah berpotensi menghentikan pemrosesan penumpang dan kargo internasional di Bandara Newark Liberty, New Jersey. Kebijakan tersebut dipicu minimnya dukungan aparat lokal terhadap otoritas imigrasi federal.

Selain Newark, pemerintah juga mempertimbangkan langkah serupa di lebih dari selusin bandara di kota-kota yang disebut sebagai "sanctuary cities", seperti Boston, Denver, Philadelphia, Chicago, Los Angeles, Seattle, dan San Francisco.



Kelompok industri menilai kebijakan ini akan berdampak luas karena jaringan penerbangan internasional saling terhubung. Gangguan di beberapa bandara utama berpotensi merambat ke seluruh sistem, memengaruhi penumpang, pengiriman kargo, rantai pasok, hingga aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Rekomendasi
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Berita Terkini
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Infografis
Akhir Tahun, Taiwan...
Akhir Tahun, Taiwan bakal Dapatkan HIMARS Baru dari AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved