Berkat KUR BRI, Puji Bisa Lunasi Angsuran Kredit Mobil untuk Usaha Taksi Online
Jum'at, 26 April 2024 - 14:46 WIB
loading...
A
A
A
Guyub menambahkan, pemasukan dari profesinya sebagai taksi online tidak menentu kadang banyak namun tak jarang juga sedikit. Semua itu tergantung waktu yang ada. Kalau waktu liburan biasanya jasa pemakai taksi online lebih ramai dibanding hari-hari biasanya. “Yang jelas, bisa lah dikit-dikit menambah pemasukan,” tutur Guyub.
Pria yang mengaku asal Tegal ini mengakui sejak dirinya menjadi Agen BRILink sedikit demi sedikit perekonomian keluarganya terus membaik. Dari segi pemasukan, fee sebagai Agen BRILink juga makin menambah pemasukan dari usaha berjualan pulsa dan aksesoris HP yang sudah ditekuninya bertahun-tahun jauh sebelum membuka Agen BRILink.
“Kalau dulu pemasukan cuma dari jualan pulsa dan aksesoris HP, sekarang tambah dari fee BRILink,” lanjutnya. Puji menimpali, pemasukan dirinya ssebelum membuka usaha agen BRILInk berkisar antara Rp200-Rp300 per hari. Namun setelah membuka Agen BRILink pemasukan dirinya bisa bertambah menjai Rp400-an.
Pimpinan Cabang (Pinca) Kantor Cabang (KC) BRI Jakarta Otista, R Mochamad Yogiprayogi menyebutkan, secara umum KUR BRI merupakan fasilitas pinjaman dari BRI yang diperuntukkan bagi usaha UMKM. “Besarannya antara Rp5 juta hingga Rp500 juta dengan kelebihan diberikan subsidi bunga oleh pemerintah,”ujar Mochamad Yogiprayogi kepada SINDOnews baru-baru ini.
Pria yang akrab disapa Yogi ini menambahkan, syarat pengajuan KUR BRI sangat mudah di antaranya, memiliki usaha, memiliki tabungan, memiliki perijinan usaha dan memiliki jaminan BPKB, sertifikan dan lainnya. “Khusus pinjaman ke UMKM ini, kita memberi keringanan perijinan dan keringan agunan,” tambahnya.
Mengutip laman resmi BRI disebutkan, secara Nasional BRI mencatatkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp123,51 triliun kepada 2,7 juta debitur pada Oktober 2023.
Jumlah itu sebesar 63% dari alokasi pemerintah kepada BRI sebesar Rp194,4 triliun. Pada periode yang sama, kredit mikro komersial BRI, Kupedes, tumbuh lebih tinggi, yakni sebesar 57,5% yoy menjadi Rp 201,4 triliun, dengan jumlah peminjam sebanyak 4,5 juta debitur atau meningkat 71,6% yoy.
BRI juga telah mencatatkan peningkatan pada penyaluran kredit UMKM yang tumbuh 11,01% secara tahunan (yoy), dari Rp935,86 triliun pada kuartal III-2022 menjadi Rp1.038,90 triliun pada kuartal III-2023. Dengan demikian porsi kredit UMKM BRI mencapai 83,06% dari total portofolio penyaluran dana BRI.
Pria yang mengaku asal Tegal ini mengakui sejak dirinya menjadi Agen BRILink sedikit demi sedikit perekonomian keluarganya terus membaik. Dari segi pemasukan, fee sebagai Agen BRILink juga makin menambah pemasukan dari usaha berjualan pulsa dan aksesoris HP yang sudah ditekuninya bertahun-tahun jauh sebelum membuka Agen BRILink.
“Kalau dulu pemasukan cuma dari jualan pulsa dan aksesoris HP, sekarang tambah dari fee BRILink,” lanjutnya. Puji menimpali, pemasukan dirinya ssebelum membuka usaha agen BRILInk berkisar antara Rp200-Rp300 per hari. Namun setelah membuka Agen BRILink pemasukan dirinya bisa bertambah menjai Rp400-an.
KUR BRI Berdayakan UMKM
Pimpinan Cabang (Pinca) Kantor Cabang (KC) BRI Jakarta Otista, R Mochamad Yogiprayogi menyebutkan, secara umum KUR BRI merupakan fasilitas pinjaman dari BRI yang diperuntukkan bagi usaha UMKM. “Besarannya antara Rp5 juta hingga Rp500 juta dengan kelebihan diberikan subsidi bunga oleh pemerintah,”ujar Mochamad Yogiprayogi kepada SINDOnews baru-baru ini.
Pria yang akrab disapa Yogi ini menambahkan, syarat pengajuan KUR BRI sangat mudah di antaranya, memiliki usaha, memiliki tabungan, memiliki perijinan usaha dan memiliki jaminan BPKB, sertifikan dan lainnya. “Khusus pinjaman ke UMKM ini, kita memberi keringanan perijinan dan keringan agunan,” tambahnya.
Mengutip laman resmi BRI disebutkan, secara Nasional BRI mencatatkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp123,51 triliun kepada 2,7 juta debitur pada Oktober 2023.
Jumlah itu sebesar 63% dari alokasi pemerintah kepada BRI sebesar Rp194,4 triliun. Pada periode yang sama, kredit mikro komersial BRI, Kupedes, tumbuh lebih tinggi, yakni sebesar 57,5% yoy menjadi Rp 201,4 triliun, dengan jumlah peminjam sebanyak 4,5 juta debitur atau meningkat 71,6% yoy.
BRI juga telah mencatatkan peningkatan pada penyaluran kredit UMKM yang tumbuh 11,01% secara tahunan (yoy), dari Rp935,86 triliun pada kuartal III-2022 menjadi Rp1.038,90 triliun pada kuartal III-2023. Dengan demikian porsi kredit UMKM BRI mencapai 83,06% dari total portofolio penyaluran dana BRI.
Lihat Juga :