alexametrics

Jokowi Dapat Bisikan Pertumbuhan Ekonomi 2018 Capai 5,17%

loading...
Jokowi Dapat Bisikan Pertumbuhan Ekonomi 2018 Capai 5,17%
Presiden Jokowi mengaku mendapatkan bisikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 mencapai 5,17% atau meningkat dari tahun sebelumnya 5,07%. Foto/Yanuar Riezqi
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 mencapai 5,17%. Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya 5,07%. Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diiringi dengan rasio inflasi yang rendah di bawah 3,5% sehingga diklaim lebih bisa dirasakan oleh masyarakat.

"Pak Menko bisikin saya kurang lebih 5,17% juga didukung oleh inflasi yang rendah. Inflasi lebih rendah dari tahun lalu yakni tiga koma sekian persen lebih sedikit. Yang jelas di bawah 3,5% agar kita bisa jaga kepercayaan investasi semakin baik," ujar Jokowi saat menutup perdagangan bursa saham Indonesia 2018 di Jakarta, Jumat (28/12/2018).
(Baca Juga: Tutup Bursa 2018, Jokowi: Pasar Modal Indonesia Terbaik Kedua di Dunia)
Menurutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong sinergi antara kebijakan moneter, fiskal dan juga riil. Industri dan dunia usaha serta pemerintah dinilai olehnya berhasil berkolaborasi dengan baik. "Ketiganya bisa konsolidasi dengan baik, kolaborasi saling mengisi. Sehingga, kita harap pertumbuhan ekonomi kita tahun ini bisa di atas 5%," terang dia.

Sementara saat ini, Jokowi menegaskan perjalanan transisi baru dimulai dari konsumtif ke produktif. Pertumbuhan ini dinilainya juga terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terbaik kedua di dunia. Tercatat penutupan perdagangan 2018, IHSG berakhir parkir di level 6.194,50 dengan penguatan 3,85 poin atau setara 0,06%.



"Belum selesai lompatan kebijakan yang kita lakukan terkait kemajuan di pasar modal ini. Kita berharap kedepan pasar modal lebih tangguh, sehat, stabil dan terus maju," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak