RI Gunakan World Water Forum Ke-10 untuk Wujudkan Listrik Murah
Sabtu, 27 April 2024 - 17:16 WIB
loading...
World Water Forum ke-10 diharapkan mendorong pemanfaatan tenaga air menjadi lebih besar lagi. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap penyelenggaraan World Water Forum ke-10 akan membuka jalan bagi Indonesia untuk mendapatkan listrik murah, yakni melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
"Dengan World Water Forum ini, isu hydropower (PLTA) kami harapkan bisa lebih besar lagi, karena dengan air kita bisa mendapatkan listrik yang paling murah," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi dalam keterangan resminya, Sabtu (27/4/2024).
Baca Juga: KemenPUPR Gelontorkan Rp2,42 triliun Bangun Bendungan Bolango Ulo di Gorontalo
Dijelaskan Eniya, pemerintah selama ini mendorong pemanfaatan air untuk menjadi sumber listrik di Indonesia. Terlebih Indonesia memiliki sumber daya air yang luar biasa. Karena itu, salah satu proyek strategis yang ditawarkan oleh Indonesia untuk masuk ke kompendium World Water Forum 2024 adalah PLTA.
Saat ini, ujar eks-Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu, listrik yang termurah, sekitar USD3 sen atau di bawahnya berasal dari pembangkit hydro.
"Dengan World Water Forum ini, isu hydropower (PLTA) kami harapkan bisa lebih besar lagi, karena dengan air kita bisa mendapatkan listrik yang paling murah," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi dalam keterangan resminya, Sabtu (27/4/2024).
Baca Juga: KemenPUPR Gelontorkan Rp2,42 triliun Bangun Bendungan Bolango Ulo di Gorontalo
Dijelaskan Eniya, pemerintah selama ini mendorong pemanfaatan air untuk menjadi sumber listrik di Indonesia. Terlebih Indonesia memiliki sumber daya air yang luar biasa. Karena itu, salah satu proyek strategis yang ditawarkan oleh Indonesia untuk masuk ke kompendium World Water Forum 2024 adalah PLTA.
Saat ini, ujar eks-Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu, listrik yang termurah, sekitar USD3 sen atau di bawahnya berasal dari pembangkit hydro.
Lihat Juga :