BPS Ungkap Biang Kerok Harga Beras Masih Mahal Sampai Sekarang

Kamis, 02 Mei 2024 - 16:21 WIB
loading...
BPS Ungkap Biang Kerok...
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan penyebab harga beras masih mahal meski harga gabah mengalami penurunan di tingkat petani. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani turun 15,58 persen, kemudian harga gabah di tingkat penggilingan turun 15,20 persen pada April 2024.

Namun, penurunan harga gabah ini belum sepenuhnya diikuti oleh tren harga beras. Jika dibandingkan April 2023 (yoy), rata-rata harga beras di penggilingan pada April 2024 untuk kualitas premium, medium, submedium, dan pecah masing-masing mengalami kenaikan sebesar 15,76 persen, 15,47 persen, 15,12 persen; dan 27,87 persen.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti pun menjelaskan penyebab harga beras di beberapa daerah masih mahal dan mengalami inflasi secara month-to-month (mtm). Katanya, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi hal tersebut salah satunya pola konsumsi yang variatif.

Baca Juga: Pemerintah Klaim Harga Beras Mahal Demi Menolong Petani

Di setiap daerah, lanjut Amalia, memiliki pola tanam dan panen padi yang bervariasi, juga dibarengi dengan pola konsumsi yang berbeda. Pola konsumsi ini tidak selalu mengacu pada nasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
Rekomendasi
Koops TNI Habema Evakuasi...
Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air Korban Penembakan di Yahukimo
OTT di Sumut, KPK Tangkap...
OTT di Sumut, KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin
Raih Bisnis Indonesia...
Raih Bisnis Indonesia Award 2026, Angela: MNC Digital Terus Berinovasi di Tengah Tantangan yang Ada
Berita Terkini
PB PMII Dorong Audit...
PB PMII Dorong Audit Rantai Pasok Batu Bara Usai Pemadaman Listrik
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved