Pemerintah Klaim Harga Beras Mahal Demi Menolong Petani

Kamis, 18 April 2024 - 16:54 WIB
loading...
Pemerintah Klaim Harga...
Pemerintah menyatakan harga beras mahal untuk menolong petani. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah menyatakan harga beras mahal untuk menolong petani. Saat biaya produksi naik, apabila harga beras diturunkan maka yang akan terdampak adalah para petani.

"Jika harga terlalu rendah kasian petaninya. Tetapi harus disampaikan juga secara seimbang apabila harga ini dinaikkan akan berdampak kepada lebih dari 270 juta orang," ujar Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi di sela Halal Bi Halal di Kantor Bapanas, Kamis (18/4/2024).

Baca Juga: Harga Beras Impor Menggila, Bos Bapanas: Berapapun Kita Beli

Dia mengungkapkan kenaikan harga beras disebabkan naiknya biaya pokok produksi. Namun sayangnya, kenaikan tersebut menekan daya beli masyarakat. "Ini sebenarnya berkaitan dengan daya beli, berkaitan dengan inflasi," sambungnya.

Lebih lanjut, Arief mensimulasikan saat ini harga gabah kering di tingkat petani mencapai Rp8.000-Rp8.600 per kilogram (kg) maka otomatis harga beras di pasaran selisihnya mencapai 50% dari harga gabah menjadi sekitar Rp16.000 per kg.

Baca Juga: H2 Lebaran, Harga Beras Medium hingga Cabai Rawit Merah Masih Naik

"Jadi harga beras atau apapun komoditas itu naik itu memang harus disesuaikan supaya petani, peternak masih tetap mau beternak dan menanam," katanya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Transfer Pengetahuan,...
Transfer Pengetahuan, AA Kadu Bagikan Tips Memilih Bibit Durian Berkualitas
Lesbumi PBNU Serahkan...
Lesbumi PBNU Serahkan Petisi Penolakan Aturan Turunan PP 28/2024 kepada Kementerian Kesehatan
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Rekomendasi
Road To Kilau Raya MNCTV...
Road To Kilau Raya MNCTV Siap Ajak Warga Klaten Joget dan Nyanyi Lagu-Lagu Viral
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Pernah Didiagnosis Depresi...
Pernah Didiagnosis Depresi Mayor, Saddam Permana Ceritakan Titik Terendah Hidupnya
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved