alexametrics

Ex-Officio Dinilai Bikin Investasi di Batam Tak Lagi Menarik

loading...
Ex-Officio Dinilai Bikin Investasi di Batam Tak Lagi Menarik
Pelimpahan kepemimpinan BP Batam ke Walikota Batam atau menjadi ex-officio dinilai merupakan langkah mundur dan diyakini membuat nvestasi di Batam tidak lagi menarik. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pelimpahan kepemimpinan BP Batam ke Walikota Batam atau menjadi ex-officio dinilai merupakan langkah mundur. Sebab, bisa bikin penurunan kinerja industri dan investasi di Batam.

Peneliti Insitute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan, Batam itu harusnya menjadi Free Trade Zone (FTZ), bukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), apalagi ex-officio. Jika pemerintah tetap menjadikan Batam sebagai ex-officio, maka investasi di Batam tidak lagi menarik.

"Ini bahaya karena bisa menggerus investasi di Batam. Jika peleburan BP Batam Ke Walikota Batam digulirkan maka kekuatan BP Batam menjadi lemah,” ujarnya di Jakarta, Senin, (14/01/2019).



Menurut Heri, kalau hanya wewenang daerah investor bisa tidak percaya akibat menggelontorkan dananya yang hanya di back up oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Sementara, investor butuh kepastian regulasi, peraturan, Iahan, infrastruktur hingga insentif. “Kita realistis saja, power daerah seberapa besar. Ada tekanan dari pusat pasti ciut,” katanya.

Dia juga mempertanyakan apakah Pemda bisa mengakomodir itu semua. Sehingga, inilah yang menjadi kecemasan kita bersama terutama di kalangan investor. "Investor itu hanya butuh uang aman dan menguntungkan. Kalau dirasa tidak aman, apa lagi tidak menguntungkan pasti kabur,” tutur Heri.

Saat ini lanjut dia, negara lain banyak yang menawarkan kepastian yang lebih dari pada Indonesia. Lihat saja Singapura atau bahkan Malaysia, mereka lebih mapan dari segala bidang, baik regulasi, infrastruktur maupun penunjang lainnya. "Indonesia masih carut marut kaya sekarang. Investor pasti lebih memilih negara lain yang sudah jelas,” pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak