Saatnya Masyarakat Nikmati Lezatnya Bisnis Limbah Kerang

Selasa, 18 Agustus 2020 - 21:31 WIB
loading...
Saatnya Masyarakat Nikmati...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ikan dan kekerangan ternyata tak hanya lezat dagingnya, tapi limbahnya juga memiliki nilai ekonomi tinggi bila diolah menjadi produk berdaya guna. Seperti aksesoris, perlengkapan rumah tangga, furnitur, dan berbagai produk lainnya yang menarik.

Menyadari besarnya potensi yang ada, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan (PDSPKP) mendorong masyarakat untuk memanfaatkan limbah kulit ikan dan cangkang kekerangan sebagai ladang usaha (bisnis).

"Ini menimbulkan semangat baru bagi sumber pertumbuhan ekonomi dari sektor perikanan," ujar Dirjen PDSPKP Nilanto Perbowo dalam webinar Mendulang Rupiah Melalui Pemanfaatan Cangkang Kerang dan Kulit Ikan, Selasa (18/8/2020).

Pemanfaatan limbah kulit ikan dan cangkang kerang sebagai produk berdaya guna sudah dibuktikan oleh sejumlah pelaku usaha di Indonesia. Hanya saja sampai saat ini belum banyak yang menekuni. Padahal bahan baku limbah sangat melimpah dan harganya pun murah, bahkan ada yang diperoleh secara cuma-cuma. Hal ini dibuktikan dengan tingginya lalu lintas pengiriman cangkang kerang maupun kulit ikan ke berbagai daerah di Indonesia sebagai bahan baku produksi.

Nilanto menjelaskan, produk yang dihasilkan dari cangkang kerang dan kulit ikan kebanyakan berbasis kreatifitas dan gaya hidup.

"Seperti tas, dompet, sepatu, ikat pinggang, gelang, hingga perabotan rumah tangga, di antaranya vas bunga, hiasan lampu, tirai, dan pigura," katanya.

Segmen pasar produk-produk tersebut umumnya kelas menengah ke atas yang lebih mementingkan kualitas bukan harga. Tantangannya adalah membuat dan mendesain produk yang sesuai dengan selera konsumen.

"Diperlukan imajinasi dan kejelian membaca trend saat ini. Perlu juga standar yang tepat agar produk yang digunakan aman bagi kesehatan, mengingat bahan bakunya adalah limbah," terang Nilanto. ( Baca juga:Satgas Pastikan Ketersediaan Jarum Suntik untuk Vaksin Covid-19 )

Memanfaatkan cangkang kerang dan kulit ikan sebagai produk berdaya guna juga bermanfaat untuk menjaga lingkungan dengan mengurangi limbah kulit ikan dan cangkang kerang yang berpotensi menimbulkan bau tak sedap dan penyakit bila dibiarkan menumpuk.

"Kami yakin, peluang usaha untuk kekerangan dan kulit ikan ini terbuka sangat lebar. Dan ini peluang bisnis bagi kita semua," tegasnya.

Sementara itu, Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (DWP KKP) Iis Edhy Prabowo mengamini bahwa mengolah cangkang kerang dan kulit ikan menjadi produk berdaya guna merupakan bisnis menjanjikan. Di Ambon sudah ada yang membuktikan, yakni Ketua Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Sweet Hatukau, Hamdja Liem.

Semula Hamdja mengolah kulit kerang yang didapat gratis menjadi bros dan hiasan dinding. Sebanyak satu kilogram kulit kerang bisa untuk memproduksi 60 unit bros, dengan harga paling murah Rp5 ribu per keping. Sedangkan harga hiasan dinding bisa mencapai Rp8 juta, dengan material kulit kerang yang dibutuhkan jauh lebih banyak dan waktu membuatnya pun lebih lama. Kulit kerang yang tadinya tidak bernilai, saat ini harganya Rp60 ribu per kilogram.

"Semoga ini menginspirasi kita untuk memajukan produk lokal, utamanya kerajinan kulit ikan dan cangkang kerang yang punya kualitas unik dan menarik," ujar Iis.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Misi Flux Creative Universe...
Misi Flux Creative Universe Membangun Avengers di Industri Kreatif
KKP Pastikan Proyek...
KKP Pastikan Proyek Pagar Beton Cilincing Sudah Kantongi Izin
5 Pulau Indonesia Dijual...
5 Pulau Indonesia Dijual di Situs Asing, Salah Satunya Dihargai Rp2,67 Miliar
Dikepret Tarif Trump,...
Dikepret Tarif Trump, KKP Siap Cari Pasar Alternatif
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Rekomendasi
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Konflik Pascacerai Memanas,...
Konflik Pascacerai Memanas, Sarwendah Sambangi Komnas Perempuan
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Berita Terkini
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Infografis
Birokrasi Rumit, Banyak...
Birokrasi Rumit, Banyak Bisnis Hengkang dari Uni Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved