alexametrics

Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Masih Jauh dari Janji Kampanye

loading...
Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Masih Jauh dari Janji Kampanye
kendati positif, pertumbuhan ekonomi 2018 yang hanya 5,17% dinilai jauh dari harapan Presiden Jokowi saat kampanye 2014 sebesar 7%. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 hanya sebesar 5,17%. Hal ini jauh lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi yang didambakan Presiden Joko Widodo sebesar 7%.

Tercatat, sepanjang 2018 pertumbuhan ekonomi per kuartal tak beranjak jauh dari kisaran 5%. Pada kuartal I, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,06%, kuartal II naik menjadi 5,27%, kuartal III sebesar 5,17%, dan kuartal IV/2018 sebesar 5,18%.

"Ada peningkatan tipis dari pertumbuhan empat tahun terakhir. Tapi realisasi pertumbuhan 5,17% ini masih jauh dari janji kampanye 2014 yakni rata-rata 7%," ujar Ekonom Indef Bhima Yudisthira kepada SINDOnews di Jakarta, Rabu (7/2/2019).



Dia mengatakan, dari sisi investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) memang terjadi pertumbuhan yang lebih baik, yakni 6,67% di tahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya tumbuh 6,15%. Namun, menurut dia, itu utamanya didorong investasi oleh BUMN Karya.

"Di saat investasi asingnya atau PMA menahan diri, PMDN atau investasi domestik performanya masih cukup baik. Ini disebabkan karena gencarnya investasi di bidang infrastruktur oleh BUMN Karya," sebutnya.

Selain itu, Bhima menilai pertumbuhan ekonomi 2018 juga banyak dibantu kebijakan anggaran yang populis. Dia menyebutkan, naiknya bansos PKH, subsidi energi, dan dana desa turut menyumbang pertumbuhan belanja pemerintah yang tercatat 4,8% naik dua kali lipat dibanding 2017 sebesar 2,14%.

"Sementara dari sisi net ekspor, tim ekonomi Jokowi belum efektif mendorong kinerja ekspor dan mengendalikan impor. Pertumbuhan ekspor turun dari 9% menjadi 6,48%. Itu penurunan yang cukup signifikan," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak