Goodbye Demand Zone! IHSG Hari Ini Berpotensi Lanjutkan Penguatan ke Level 7.322

Jum'at, 17 Mei 2024 - 07:15 WIB
loading...
Goodbye Demand Zone!...
IHSG hari ini diprediksi dalam kecenderungan menguat pada sepanjang perdagangan dengan pergerakan indeks akan berada di kisaran 7.180 – 7.322. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini diprediksi dalam kecenderungan menguat pada sepanjang perdagangan dengan pergerakan indeks akan berada di kisaran 7.180 – 7.322.

Baca Juga: Seharian Hijau, IHSG Ditutup Melesat ke 7.246

Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, dari perdagangan sebelumnya, IHSG sudah membuktikan bahwa pergerakan sideways di pertengahan April sampai dengan kemarin adalah kesempatan bagus untuk belanja saham.

"Karena per kemarin, IHSG telah meninggalkan demand zone yang sebelumnya berada pada area 7.000 – 7.180," tulis William dalam analisisnya, Jumat (17/5/2024).

Baca Juga: IHSG Tampil Perkasa, Sesi Pagi Bertengger ke 7.203

Posisi net sell investor asing pun sudah berbalik menjadi net buy pada perdagangan kemarin (walaupun masih dalam jumlah sedikit). "Lebih dalam tentang IHSG, penguatan IHSG tidak lagi ditopang oleh saham-saham Prajogo Pangestu saja, namun saham-saham big caps lain ikut mengalami penguatan," katanya.

Hal ini yang menjadi penyebab mengapa IHSG bisa menguat di atas 0.5% dan beberapa kali menyentuh 1%. Secara teknikal, Goodbye demand zone! IHSG telah menyelesaikan pembentukan demand zone dan menembus batas akhir pada 7.180, maka arah IHSG sekarang adalah penguatan.

Sedangkan untuk sentimen, belum ada sentimen baru yang perlu diperhatikan saat ini. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat sebesar 66.86 poin (+0.93%) menuju 7246,69 pada perdagangan hari Kamis 16 Mei 2024.

Sebanyak 312 saham menguat, 210 saham menurun, dan 250 saham tidak mengalami perubahan harga pada perdagangan kemarin. Nilai transaksi mencapai 14.06T (all market).

Berikut beberapa saham rekomendasi secara teknikal.

BFIN, buy, support 1050, resistance 1165.
Pergerakan harga membentuk pola double bottom dengan neckline pada 1080.

APLN, buy, support 115, resistance 124.
Potensi menguat terindikasi dari golden cross MA5 dan MA20.

SOCI, buy, support 166, resistance 178.
Pergerakan harga membentuk demand zone pada area 166 – 178.

PTMP, speculative buy, support 118, resistance 150.
Indikator MACD membentuk bullish divergence, pergerakan menguji resistance 150.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
Rekomendasi
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Pancasakti Run 2026...
Pancasakti Run 2026 Tawarkan Kesempatan Menuju World Marathon Majors 2027
Berita Terkini
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved