Usia 19-60 Tahun Mulai Disuntik Vaksin Covid-19 Tahun Depan, yang Lain Sabar
Rabu, 19 Agustus 2020 - 14:22 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan dalam pemberian vaksin Covid-19 yang bakal diutamakan pada usia 19 tahun sampai 60 tahun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menargetkan, dalam satu tahun ada 1 juta masyarakat yang bakal disuntik vaksin virus covid-19 mulai tahun depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan dalam pemberian vaksin ini yang bakal diutamakan pada usia 19 tahun sampai 60 tahun.
"Kita memberikan vaksin itu 180 juta, jadi setahun kita memberikan vaksinasi itu 1 juta per orang. Persiapan tim dokter dan perawat menentukan target, siapa yang divaksin duluan dan perlu dipersiapkan pemerintah. Nantinya yang bakal divaksin itu umur 19 sampai 60 tahun," ujar Menko Airlangga dalam sebuah webinar, Rabu (19/8/2020).
(Baca Juga: Alhamdulillah, Uji Klinis Vaksin Covid-19 Lancar, Ada Relawan Takut Jarum Suntik )
Dia melanjutkan saat ini pemerintah tengah melakukan penentuan kuota untuk pemberian vaksin covid-19. Hal ini agar bisa mendapatkan akses vaksin yang mana setiap negara sedang mengajukan kuota siapa saja yang mendapatkan vaksin covid-19.
"Kita prioritasnya mendapatkan akses ini keluar dan tidak tertinggal negara lain, jadi kita ikut serta dan aktif berkontribusi penemuan vaksin dan berpatriasi dengan clinical trial," jelasnya.
"Kita memberikan vaksin itu 180 juta, jadi setahun kita memberikan vaksinasi itu 1 juta per orang. Persiapan tim dokter dan perawat menentukan target, siapa yang divaksin duluan dan perlu dipersiapkan pemerintah. Nantinya yang bakal divaksin itu umur 19 sampai 60 tahun," ujar Menko Airlangga dalam sebuah webinar, Rabu (19/8/2020).
(Baca Juga: Alhamdulillah, Uji Klinis Vaksin Covid-19 Lancar, Ada Relawan Takut Jarum Suntik )
Dia melanjutkan saat ini pemerintah tengah melakukan penentuan kuota untuk pemberian vaksin covid-19. Hal ini agar bisa mendapatkan akses vaksin yang mana setiap negara sedang mengajukan kuota siapa saja yang mendapatkan vaksin covid-19.
"Kita prioritasnya mendapatkan akses ini keluar dan tidak tertinggal negara lain, jadi kita ikut serta dan aktif berkontribusi penemuan vaksin dan berpatriasi dengan clinical trial," jelasnya.
Lihat Juga :