Kisah Akrim, Pahlawan Kelistrikan Penyelamat Atlet Paralayang
Kamis, 20 Agustus 2020 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
“Ya, kabel itu tentu saja bertegangan, bukan kabel mati. Tegangan dalam kabel itu 70.000 Volt atau lebih dari 300 kali tegangan yang ada dirumah kita. Kegagalan nol koma sekian persen saja dapat mengakibatkan kecelakaan fatal. Oleh karena itu safety menjadi kunci bagi kami,” ucap Akrim. Baca Juga : Cerita Akbar, Menjaga Perbatasan Papua Tetap Terang di Malam Hari
Dirinya mengakui pada awalnya tak pernah terbesit dalam benaknya untuk melakoni pekerjaan ini. Namun, kesempatan dan semangat untuk bermanfaat bagi orang lain lah yang membawanya pada pekerjaan ini. Bahaya yang ada disekitarnya tak pernah menyurutkan tekad akrim untuk terus melistriki negeri.
“Tanggung jawab ini memang besar karena nyawa taruhannya, tapi dari hati kami bangga bisa menjadi bagian dari PLN . Bekerja dan berjuang sebagai wujud bakti kepada negeri,” tegas Akrim . Baca Lagi : Kelompok Nelayan di Mamuju Dapat Perahu Gratis dari PLN
Akrim Fajar hanyalah satu contoh dari ribuan pahlawan kelistrikan yang menjaga detik-detik setiap nadi kehidupan. Hadirnya terang di rumah sakit, sarana pendidikan, rumah ibadah sampai terjaga hangatnya berkumpul bersama keluarga dirasakan akibat listrik menyala. Karena Inilah filosofi kemerdekaan yang sebenarnya, merdeka adalah ketika kita dapat memerdekakan dan menjadi manfaat bagi sesama.
Dirinya mengakui pada awalnya tak pernah terbesit dalam benaknya untuk melakoni pekerjaan ini. Namun, kesempatan dan semangat untuk bermanfaat bagi orang lain lah yang membawanya pada pekerjaan ini. Bahaya yang ada disekitarnya tak pernah menyurutkan tekad akrim untuk terus melistriki negeri.
“Tanggung jawab ini memang besar karena nyawa taruhannya, tapi dari hati kami bangga bisa menjadi bagian dari PLN . Bekerja dan berjuang sebagai wujud bakti kepada negeri,” tegas Akrim . Baca Lagi : Kelompok Nelayan di Mamuju Dapat Perahu Gratis dari PLN
Akrim Fajar hanyalah satu contoh dari ribuan pahlawan kelistrikan yang menjaga detik-detik setiap nadi kehidupan. Hadirnya terang di rumah sakit, sarana pendidikan, rumah ibadah sampai terjaga hangatnya berkumpul bersama keluarga dirasakan akibat listrik menyala. Karena Inilah filosofi kemerdekaan yang sebenarnya, merdeka adalah ketika kita dapat memerdekakan dan menjadi manfaat bagi sesama.
(sri)
Lihat Juga :