Sanksi Barat Tak Digubris, Dua Perusahaan Raksasa AS Ingin Kembali ke Rusia
Minggu, 16 Juni 2024 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum keluar pada 2022, perusahaan AS itu telah mengoperasikan 10 pabrik di Rusia, memproduksi minuman ringan termasuk Fanta, Sprite, dan Schweppes, serta merek-merek lokal. Setelah perusahaan itu keluar, cabang Rusia berganti nama dan mulai memproduksi minuman rasa kola yang disebut Dobry Cola di pabrik-pabrik milik Coca-Cola HBC Rusia, pembotolan minuman aslinya.
Baca Juga: Siasati Sanksi Baru AS, Yuan Gantikan Dolar Jadi Acuan Dagang di Rusia
Merek Dobry Cola meningkatkan pangsa pasarnya dari 2,8% menjadi 25% dalam bentuk uang dari 2022 hingga 2023, dan menjadi minuman ringan paling populer di negara ini. Selama periode yang sama, pangsa Coca-cola asli yang diimpor ke Rusia melalui negara ketiga turun enam kali lipat, demikian yang dilaporkan harian berita RBK pada awal tahun ini, mengutip data dari perusahaan riset Ntech.
Tak hanya itu, jaringan kedai kopi AS, Starbucks, juga dilaporkan telah mengajukan aplikasi ke Rospatent untuk mendaftarkan beberapa merek dagang Rusia. Konglomerat multinasional Swedia, IKEA juga dilaporkan telah memperpanjang hak merek dagang di Rusia selama sepuluh tahun awal tahun ini.
Baca Juga: Siasati Sanksi Baru AS, Yuan Gantikan Dolar Jadi Acuan Dagang di Rusia
Merek Dobry Cola meningkatkan pangsa pasarnya dari 2,8% menjadi 25% dalam bentuk uang dari 2022 hingga 2023, dan menjadi minuman ringan paling populer di negara ini. Selama periode yang sama, pangsa Coca-cola asli yang diimpor ke Rusia melalui negara ketiga turun enam kali lipat, demikian yang dilaporkan harian berita RBK pada awal tahun ini, mengutip data dari perusahaan riset Ntech.
Tak hanya itu, jaringan kedai kopi AS, Starbucks, juga dilaporkan telah mengajukan aplikasi ke Rospatent untuk mendaftarkan beberapa merek dagang Rusia. Konglomerat multinasional Swedia, IKEA juga dilaporkan telah memperpanjang hak merek dagang di Rusia selama sepuluh tahun awal tahun ini.
(nng)
Lihat Juga :