alexametrics

Rupiah Masih Lesu di Akhir Sesi, Dolar Bertahan Dekat Level Tertinggi

loading...
Rupiah Masih Lesu di Akhir Sesi, Dolar Bertahan Dekat Level Tertinggi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Rabu (24/4/2019) masih lesu untuk melanjutkan sinyal keterpurukan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Rabu (24/4/2019) masih lesu untuk melanjutkan sinyal keterpurukan dalam beberapa hari terakhir. Kemerosotan kurs rupiah berbanding terbalik dengan dolar AS usai semakin kokoh dengan mendapatkan dorongan dari data perumahan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah jatuh hingga Rp14.098/USD atau tidak lebih baik dari sebelumnya Rp14.075/USD. Pergerakan harian rupiah pada tengah pekan hari ini berada pada kisaran Rp14.070 sampai dengan Rp14.123/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga ambruk menjadi Rp14.105/USD dibandingkan sesi penutupan Selasa kemarin pada posisi Rp14.080/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.091-Rp14.125/USD.



Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga memburuk ke level Rp14.105/USD dari sebelumnya. Sentimen internal membuat dolar terus kokoh untuk menekan mata uang rivalnya termasuk rupiah yang semakin tergerus.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah menjadi Rp14.112/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah tak berdaya usai sebelumnya berada pada level Rp14.080/USD.

Sementara itu seperti dilansir Reuters hari ini, dolar Australia turun satu persen pada perdagangan tengah pekan setelah angka inflasi lebih rendah dari yang diperkirakan untuk meningkat prospek penurunan suku bunga. Sedangkan dolar AS bertahan dekat level tertinggi dalam 22 bulan di sesi sebelumnya.

Greenback didorong lebih tinggi oleh data perumahan AS yang menunjukkan penguatan, untuk menjadi indikator terbaru dengan memperlihatkan ekonomi Amerika tumbuh lebih besar dari rivalnya. Sentimen tersebut mendorong investor untuk mengambil mata uang AS dalam beberapa pekan terakhir.

Dolar Aussie menjadi penggerak terbesar di antara mata uang utama, usai jatuh ke level terendah dalam satu setengah bulan menjadi 0,7027 saat berhadapan dengan USD. Selanjutnya indeks dolar yang mengukur kekuatan mata uang AS versus enam mata uang utama yang menjadi rivalnya berdiri pada posisi 97,660 setelah naik ke 97,777 semalam, untuk menjadi level tertinggi sejak Juni 2017.

Dukungan dari data yang menunjukkan penjualan rumah di AS melonjak ke level terkuat dalam satu setengah tahun pada bulan Maret. Di sisi lain Euro terpantau melemah mencapai 0,2% menjadi 1,1202 terhadap dolar AS dan masih berada di atas jangkuan level terendah di level 1,1192.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak