Indonesia Berpotensi Pimpin Produksi Hidrogen dan Amonia Regional
Rabu, 19 Juni 2024 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 8 Negara di Asia dengan Suhu Terpanas
"Pasar pupuk Indonesia yang signifikan dan berkembang juga merupakan basis pelanggan yang mapan untuk hidrogen. Sebagai catatan, PT Pupuk Indonesia memproduksi 18,7 juta ton pupuk pada tahun 2023 dengan nilai pasar sebesar USD4,5 miliar," tambahnya.
Terkait dengan itu, jelas Jodi, pemerintah telah mengembangkan rencana strategis dan aktif membangun sektor hidrogen domestik dengan langkah-langkah konkret, seperti: meningkatkan efisiensi penggunaan hidrogen hingga di atas 50%, mengembangkan akses ke jaringan listrik lokal dan skala mikro, menciptakan regulasi yang jelas tentang perdagangan emisi, pajak karbon, dan insentif, serta mengintegrasikan industri hidrogen dan peningkatan infrastruktur.
Dia mencatat, beberapa proyek hidrogen bersih yang sedang dikembangkan di Indonesia antara lain Batam Bintan Green Hydrogen Cluster dengan kapasitas yang direncanakan 25-100 ktpa yang ditargetkan beroperasi pada kuartal I-2027; Sumatra Clean Hydrogen Cluster dengan kapasitas yang direncanakan 25-100 ktpayang juga ditargetkan beroperasi pada kuartal I-2027;
Cilegon Clean Hydrogen Cluster dengan kapasitas yang direncanakan (TBC)yang ditargetkan beroperasi pada kuartal III-2027;
North Sulawesi Green Ammonia Cluster dengan kapasitas yang direncanakan 500 ktpayang ditargetkan beroperasi pada kuartal I-2030; dan Sumatra-Java Blue Ammonia Project dengan kapasitas yang direncanakan 730 ktpa (TBC).
"Kelima proyek hidrogen bersih tersebut sedang dikembangkan di Indonesia, memanfaatkan sumber daya energi terbarukan yang signifikan dan kapasitas penyimpanan karbon negara ini untuk memproduksi hidrogen hijau dan biru," tutup Jodi.
"Pasar pupuk Indonesia yang signifikan dan berkembang juga merupakan basis pelanggan yang mapan untuk hidrogen. Sebagai catatan, PT Pupuk Indonesia memproduksi 18,7 juta ton pupuk pada tahun 2023 dengan nilai pasar sebesar USD4,5 miliar," tambahnya.
Terkait dengan itu, jelas Jodi, pemerintah telah mengembangkan rencana strategis dan aktif membangun sektor hidrogen domestik dengan langkah-langkah konkret, seperti: meningkatkan efisiensi penggunaan hidrogen hingga di atas 50%, mengembangkan akses ke jaringan listrik lokal dan skala mikro, menciptakan regulasi yang jelas tentang perdagangan emisi, pajak karbon, dan insentif, serta mengintegrasikan industri hidrogen dan peningkatan infrastruktur.
Dia mencatat, beberapa proyek hidrogen bersih yang sedang dikembangkan di Indonesia antara lain Batam Bintan Green Hydrogen Cluster dengan kapasitas yang direncanakan 25-100 ktpa yang ditargetkan beroperasi pada kuartal I-2027; Sumatra Clean Hydrogen Cluster dengan kapasitas yang direncanakan 25-100 ktpayang juga ditargetkan beroperasi pada kuartal I-2027;
Cilegon Clean Hydrogen Cluster dengan kapasitas yang direncanakan (TBC)yang ditargetkan beroperasi pada kuartal III-2027;
North Sulawesi Green Ammonia Cluster dengan kapasitas yang direncanakan 500 ktpayang ditargetkan beroperasi pada kuartal I-2030; dan Sumatra-Java Blue Ammonia Project dengan kapasitas yang direncanakan 730 ktpa (TBC).
"Kelima proyek hidrogen bersih tersebut sedang dikembangkan di Indonesia, memanfaatkan sumber daya energi terbarukan yang signifikan dan kapasitas penyimpanan karbon negara ini untuk memproduksi hidrogen hijau dan biru," tutup Jodi.
(fjo)
Lihat Juga :