Bukan Hanya Rupiah, Ini Isi Bahasan Sri Mulyani Cs dan Jokowi di Istana
Kamis, 20 Juni 2024 - 20:44 WIB
loading...
A
A
A
Sri Mulyani mengatakan, bahwa pihaknya juga melihat pergerakan nilai tukar rupiah dan yield yang pada saat ini sangat dipengaruhi faktor fundamental dengan posisi sangat kuat.
"Kalau kita lihat dari fundamental seperti indeks penjualan riil masyarakat yang mencerminkan konsumsi masyarakat mengalami pemulihan terutama pada Mei Juni ini," kata Sri Mulyani.
"Kemudian mandiri spending index, confidence masyarakat, konsumsi semen, konsumsi listrik, PMI semuannya masih dalam relatif terjaga dan ini menjadi pondasi yang cukup baik untuk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kita di Q2/2024 ini yang masih terjaga seperti yang terjadi di Q1," tambahnya.
KSSK, kata Sri Mulyani, juga memantau stabilitasi sistem keuangan, baik dari perbankan maupun instituasi non bank, juga pergerakan dari kurs kemudian yeild surat berharga dan saham.
"Terkait hal ini dengan adanya policy di AS yang suku bunganya tetap tinggi dan penurunan suku bunga diperkirakan hanya akan terjadi sekali, maka kita juga melihat capital outflow yang terjadi akibat dari kebijakan tersebut, dan dampaknya ke perekonomian di dalam negeri," ungkapnya.
"Kalau kita lihat dari fundamental seperti indeks penjualan riil masyarakat yang mencerminkan konsumsi masyarakat mengalami pemulihan terutama pada Mei Juni ini," kata Sri Mulyani.
"Kemudian mandiri spending index, confidence masyarakat, konsumsi semen, konsumsi listrik, PMI semuannya masih dalam relatif terjaga dan ini menjadi pondasi yang cukup baik untuk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kita di Q2/2024 ini yang masih terjaga seperti yang terjadi di Q1," tambahnya.
KSSK, kata Sri Mulyani, juga memantau stabilitasi sistem keuangan, baik dari perbankan maupun instituasi non bank, juga pergerakan dari kurs kemudian yeild surat berharga dan saham.
"Terkait hal ini dengan adanya policy di AS yang suku bunganya tetap tinggi dan penurunan suku bunga diperkirakan hanya akan terjadi sekali, maka kita juga melihat capital outflow yang terjadi akibat dari kebijakan tersebut, dan dampaknya ke perekonomian di dalam negeri," ungkapnya.
(akr)
Lihat Juga :