alexametrics

Tambahan Dua Kapal Antisipasi Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Kalianget

loading...
Tambahan Dua Kapal Antisipasi Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Kalianget
Kemenhub menyerahkan dua Kapal Rede untuk operasional dan akan dikelola oleh PT Pelni di Pelabuhan Kalianget Sumenep, Jawa Timur. Foto/Ilustrasi
A+ A-
SUMENEP - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyerahkan dua Kapal Rede untuk operasional dan akan dikelola oleh PT Pelni di Pelabuhan Kalianget Sumenep, Jawa Timur. Penyerahan kapal tersebut untuk antisipasi lonjakan penumpang yang menggunakan kapal pada saat Angkutan Lebaran 1440 H/2019.

Kapal Rede yang baru saja diserahkan kepada Pemda Jawa Timur dan akan dikelola oleh PT Pelni ini mempunyai kapasitas sebanyak 80 penumpang, dua mobil sedang dengan rata-rata muatan kendaraan 10 ton. Kapal tersebut juga mempunyai panjang keseluruhan 24,70 m, lebar 6,30 m dan tinggi 2,20 m.

"Kita tahu bahwa kebutuhan pergerakan pada saat mudik banyak sekali. Menurut laporan Pak Bupati, 350 ribu orang yang tinggal diluar dari Sumenep, oleh karenanya kita ingin mudik kali ini jauh lebih baik dari aspek keselamatan maupun kapasitasnya," ujar Menteri Budi Karya, Senin (13/5/2019).



Lebih lanjut, Menhub Budi mengatakan setelah lebaran, akan ada tambahan satu Kapal Roro yang dikelola oleh ASDP untuk menambah kapasitas penumpang. Selain penyerahan dua Kapal Rede, Menhub bersama dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga melakukan ramp check dan menyapa penumpang Kapal Sabuk Nusantara 92 yang akan berangkat dari pelabuhan Kalianget.

Mereka berdua juga sempat mengunjungi ruang nakhoda dan memberikan semangat kepada pekerja kapal yang sedang mengangkut berang-barang logistik seperti sembako ke kapal. Untuk antisipasi membludaknya jumlah penumpang di Pelabuhan Kalianget jelang Lebaran, Menhub mengusulkan kepada Pemerintah Daerah untuk menyiapkan tenda-tenda. Tenda tersebut digunakan sebagai tempat yang nyaman bagi penumpang untuk menunggu kedatangan kapal.

“Sebab pengalaman di daerah Samarinda, banyak penumpang yang tidak terangkut di kapal, memaksakan diri ikut naik. Dengan adanya tenda besar berkapasitas hingga 500 orang, mereka bisa menunggu jadwal kapal berikutnya di dalam tenda,” jelas Menhub.

Pada tahun 2018 pemerintah juga memberikan hibah kapal pelayaran rakyat 94 unit, dimana sebagian besar pembangunanya dilakukan di Jawa Timur, antara lain lamongan 8 kapal, pasuruan 8 kapal dan banyuwangi 8 kapal.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak