alexametrics

Aksi Demo Bakal Bikin Kurs Rupiah Tembus Rp14.500/USD

loading...
Aksi Demo Bakal Bikin Kurs Rupiah Tembus Rp14.500/USD
Aksi demo penolakan hasil rekapitulasi Pilpres dari KPU apabila tidak segera diatasi bakal berdampak terhadap nilai tukar rupiah serta pasar modal nasional. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Aksi demo penolakan hasil rekapitulasi Pilpres dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) apabila tidak segera diatasi bakal berdampak terhadap nilai tukar rupiah serta pasar modal nasional. Pasalnya kondisi politik yang memanas bakal membuat persepsi investor menurun terhadap iklim investasi di indonesia.

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menyampaikan, kurs rupiah dan IHSG sejauh ini memang tengah dalam tekanan karena faktor global dan defisit neraca perdagangan yang terus melebar. Sehingga diperkirakan tekanan pelemahan bakal semakin kuat karena adanya kerusuhan yang terjadi sejak kemarin.

"Kalau kondisi ini tidak segera selesai, saya perkirakan rupiah dalam minggu ini akan melewati Rp14.500/USD dan IHSG akan ada di kisaran level 5.900," jelas Piter di Jakarta.



Sementara itu Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengutarakan, kondisi politik dan keamanan bakal mempengaruhi pandang investor. "Indikator jangka pendeknya terlihat dari kurs rupiah yang mengalami pelemahan dan IHSG yang terkoreksi kemarin Rabu," katanya saat dihubungi semalam.

Selain itu, adanya gejolak politik yang memanas pasca pilpres juga berpengaruh terhadap outlook ekonomi sepanjang 2019. Investor khususnya asing masih lakukan posisi hold atau menahan realisasi investasi langsung.

Dia menyampaikan, tren FDI diperkirakan masih akan menurun tahun ini setelah di kuartal I 2019 hampir minus 1%. Imbas dari rendahnya investasi membuat pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan dibawah 5%. "Ini kondisi yang harus diwaspadai. Padahal investasi dan ekspor adalah motor penggerak utama yang diharapkan selain konsumsi rumah tangga," beber dia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak