Harga Gula Naik Jadi Rp17.500/Kg, Begini Respons Pengusaha Ritel
Senin, 01 Juli 2024 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
“Tetapi secara manajemen di retail ketika kita membeli di bawah harga acuan atau harga yang diharapkan, tentunya kita pasti membeli dan pasti tersedia,” paparnya.
Ketersediaan gula dan komoditas lain di pasar retail memang didasarkan pada kemampuan beli pemiliknya. Roy mengaku, pengusaha tidak mungkin membeli komoditas yang harganya tinggi, lalu dijual murah.
“Intinya gak mungkin lah kita beli rugi, beli di bawah harga kemudian jual harus di atas itu, bagaimana? Siapa yang mau membayar tenaga kerja dan juga biaya dalam retail, korporasi, dan biaya lain-lain. Ini tentunya menjadi kalkulasi kami,” beber dia.
Roy mencatat, peritel selalu mempertimbangkan pasar atau konsumennya. Di mana, harga penjualan bahan-bahan pokok diharapkan tetap stabil.
“Dan konsumen selalu berharap juga yaitu jangan sampai kosong gulanya di retail, jangan sampai kurang, mereka tentu datangnya ke retail untuk berbelanja. Kemudian juga harga yang stabil. Hasrat daripada konsumen inilah yang selalu kami bawakan kepada pemerintah,” ucapnya.
Ketersediaan gula dan komoditas lain di pasar retail memang didasarkan pada kemampuan beli pemiliknya. Roy mengaku, pengusaha tidak mungkin membeli komoditas yang harganya tinggi, lalu dijual murah.
“Intinya gak mungkin lah kita beli rugi, beli di bawah harga kemudian jual harus di atas itu, bagaimana? Siapa yang mau membayar tenaga kerja dan juga biaya dalam retail, korporasi, dan biaya lain-lain. Ini tentunya menjadi kalkulasi kami,” beber dia.
Roy mencatat, peritel selalu mempertimbangkan pasar atau konsumennya. Di mana, harga penjualan bahan-bahan pokok diharapkan tetap stabil.
“Dan konsumen selalu berharap juga yaitu jangan sampai kosong gulanya di retail, jangan sampai kurang, mereka tentu datangnya ke retail untuk berbelanja. Kemudian juga harga yang stabil. Hasrat daripada konsumen inilah yang selalu kami bawakan kepada pemerintah,” ucapnya.
Lihat Juga :