Masih Sabar, China Ajak UE Bicarakan Lagi Tarif Kendaraan Listrik

Jum'at, 05 Juli 2024 - 17:05 WIB
loading...
A A A
Komisi Eropa memutuskan pada hari Kamis bahwa bea masuk individu yang diterapkan pada tiga sampel produsen China adalah 17,4% untuk BYD; 19,9% untuk Geely, dan 37,6% untuk SAIC. Produsen kendaraan listrik lainnya di China, yang bekerja sama dalam penyelidikan namun tidak dijadikan sampel, akan dikenakan bea rata-rata tertimbang sebesar 20,8%. Bea masuk bagi perusahaan lain yang tidak bekerja sama ditetapkan sebesar 37,6%.

Bea masuk sementara ini akan berlaku mulai 5 Juli untuk jangka waktu maksimum empat bulan. Dalam jangka waktu tersebut, keputusan akhir mengenai tarif definitif akan diambil melalui pemungutan suara oleh negara-negara anggota UE. Ketika diadopsi, keputusan ini akan menjadikan tarif tersebut bersifat definitif untuk jangka waktu lima tahun.

"Langkah UE, meskipun memasuki tahap negosiasi, sudah diperkirakan. Dengan tidak adanya perubahan signifikan dalam sikap UE dalam waktu singkat, hasil positif tampaknya tidak mungkin terjadi," kata Cui Hongjian, seorang profesor di Akademi Regional dan Global Universitas Kajian Asing Beijing Tata Kelola, kepada Global Times.

"Setelah memberlakukan tarif sementara dan melanjutkan penerapannya, kedua belah pihak akan memasuki putaran perundingan berikutnya," tambah Cui. Para ahli memperingatkan bahwa jika UE menerapkan tarif permanen, maka hal ini akan memicu perang dagang dengan China. "UE sekarang harus membenarkan tindakannya secara internal dan eksternal," kata Cui. "Apakah jalur ini mengarah pada potensi perang dagang tergantung pada negosiasi mulai sekarang hingga November."

Sementara, Wang Yiwei, seorang profesor di Fakultas Hubungan Internasional Universitas Renmin mengatakan bahwa keputusan UE ini mencerminkan proteksionisme dan perjuangannya untuk mempertahankan daya saing di bidang ini.

Sementara itu, pejabat tinggi perdagangan UE Valdis Dombrovskis menepis kekhawatiran akan langkah pembalasan dan perang dagang dari Beijing terhadap bisnis Eropa. Dia mengatakan bahwa pembicaraan dengan China masih berlangsung. "Kami tidak melihat dasar untuk (China) melakukan pembalasan, karena apa yang kami lakukan memang sejalan dengan aturan WTO," kata Wakil Presiden Komisi Eropa Dombrovskis seperti dilansir The Guardian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Rekomendasi
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved