alexametrics

Menakar Penyebab Banyak Maskapai Lokal Merugi

loading...
Menakar Penyebab Banyak Maskapai Lokal Merugi
Banyaknya maskapai nasional yang mengalami kerugian menurut Indef, salah satu penyebabnya adalah faktor efisiensi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Banyaknya maskapai nasional yang mengalami kerugian seperti diakui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam hal ini Direktorat Jendral Perhubungan Udara sebelumnya menurut Indef, salah satu penyebabnya adalah faktor efisiensi. Selain itu penambahan rute juga menjadi beberapa hal yang mendorong keuangan maskapai tidak sehat.

"Faktor inefisiensi menurut saya banyak menyebabkan perusahaan maskapai merugi. Kalo kita lihat data lagi, cost untuk melakukan penerbangan di luar negeri rata-rata hanya USD15 per seat per hour dan tingkat keterisian mencapai breakeven setiap tahun. Bisa jadi biaya di Indonesia lebih besar karena faktor inefisiensi sehingga terus merugi," ujar Ekonom Indef Nurul Huda di Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Dia pun menambahkan, pembukaan rute juga menjadi faktor perusahaan maskapai merugi. Pasalnya, beberapa rute yang tidak menguntungkan bisa menambah beban bagi maskapai. "Inefisiensi juga bisa berasal dari pembukaan rute-rute yang memang tidak menguntungkan bagi maskapai," jelasnya.



Sebagai informasi, Direktorat Jendral Perhubungan Udara sebelumnya mengakui bahwa terdapat beberapa maskapai Indonesia mengalami kerugian keuangan. Dirjen Perhubungan Udara Polana Pramesti mengatakan, maskapai yang banyak tertimpa kerugian yakni Air Asia dengan total mencapai Rp1 Triliun

"Masih, dari laporan keuangan terakhir 2018 banyak yang rugi. Malah tidak ada yang untung, dimana Air Asia hampir Rp1 Triliun kalau tidak salah (kerugiannya). Sampai ekuitinya negatif," ujar Polana di Gedung Kemenhub.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak