Soal Pembatasan BBM Subsidi, DPR Sebut Luhut Cuma Omong Kosong
Kamis, 11 Juli 2024 - 21:29 WIB
loading...
DPR meragukan pernyataan Luhut Pandjaitan yang menyatakan BBM bakal dibatasi 17 Agustus 2024. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR Mulyanto meragukan pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, yang menyebut Pemerintah akan melaksanakan pembatasan penjualan BBM bersubsidi mulai 17 Agustus 2024.
Dia tidak yakin dengan kebenaran pernyataan tersebut. Sebab, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pembatasan distribusi BBM bersubsidi akan dijalankan pada tahun 2025, sebagaimana tercantum dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal tahun 2025.
Baca Juga: Airlangga Beda dengan Luhut Soal Pembatasan BBM Subsidi, Ini Penjelasannya
Mulyanto menganggap ucapan Luhut sekedar pemanasan isu, omong kosong dan tidak serius. Ia pun meminta agar Luhut jangan asal bicara kebijakan yang bukan wewenangnya. Karena akan membingungkan masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari keadaan yang sulit ini.
"Wacana ini kan sudah lama berkembang, karena diketahui terjadi ketidaktepatsasaran yang memicu ketidakadilan dalam distribusi BBM bersubsidi, di mana orang kaya atau mobil mewah kedapatan masih banyak yang menggunakan BBM bersubsidi," ungkap Mulyanto dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Dia tidak yakin dengan kebenaran pernyataan tersebut. Sebab, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pembatasan distribusi BBM bersubsidi akan dijalankan pada tahun 2025, sebagaimana tercantum dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal tahun 2025.
Baca Juga: Airlangga Beda dengan Luhut Soal Pembatasan BBM Subsidi, Ini Penjelasannya
Mulyanto menganggap ucapan Luhut sekedar pemanasan isu, omong kosong dan tidak serius. Ia pun meminta agar Luhut jangan asal bicara kebijakan yang bukan wewenangnya. Karena akan membingungkan masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari keadaan yang sulit ini.
"Wacana ini kan sudah lama berkembang, karena diketahui terjadi ketidaktepatsasaran yang memicu ketidakadilan dalam distribusi BBM bersubsidi, di mana orang kaya atau mobil mewah kedapatan masih banyak yang menggunakan BBM bersubsidi," ungkap Mulyanto dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Lihat Juga :