alexametrics

Kelola Dana Rp40 Triliun Setahun, PLN Terus Tingkatkan Integritas

loading...
Kelola Dana Rp40 Triliun Setahun, PLN Terus Tingkatkan Integritas
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS menandatangani pakta integritas PLN bebas KKN di acara Multi Stakeholder Forum di Jakarta, Senin (24/6/2019). Foto/Nanang Wijayanto
A+ A-
JAKARTA - PT PLN (Persero) bertekad terus meningkatkan integritas sumber daya manusia (SDM) baik dalam segi pengadaan maupun pelayanan publik. Hal itu untuk menghindari terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) ditubuh BUMN kelistrikan tersebut.

"PLN terus bertekad meningkatkan integritas dalam penyelenggaraan pengelolaan kelistrikan khususnya di regional Jawa Barat. Artinya tekad untuk bebas korupsi, kolusi dan nepotisme," ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Jawa Barat PLN Haryanto WS di acara Multi Stakeholder Forum bertajuk Sinkronisasi Program Ketenagalistrikan dengan Integritas Proses Perizinan Utilitas Umum di Hotel JS Luwansa Jakarta, Senin (24/6/2019).

Menurut integritas dalam pengelolaan dan pelayanan harus didukung oleh para stakeholder PLN. Intergritas perlu ditekankan bagi seluruh karyawan karena pengelolaan dana PLN sangat besar mencapai Rp40 triliun per tahun dengan penyerapan hampir Rp15-20 triliun per tahun.



"Integritas itu tidak bisa berjalan sendiri melainkan perlu dukungan dari stakeholder. Kami mengelola anggaran yang tidak kecil tentu ini perlu dukungan supaya proyek-proyek strategis yang dibangun PLN dapat terus berjalan lancar," tuturnya.

Dia mengatakan bahwa PLN untuk saat ini telah melaksanakan program-program untuk menghindari terjadinya penyelewengan di internal. Salah satunya, kata dia, PLN telah melakukan sentralisasi pengadaan.

"Jadi pengadaan-pengadaan dengan partai besar itu sudah dilakukan terpusat di PLN tidak lagi dilakukan di unit PLN sehingga tidak lagi menggunakan perantara. PLN sudah langsung berkontrak dengan pabrikan, artinya PLN beli trafo, kabel dan lain sebagainya langsung dengan pabrikan," terangnya.

Dia menandaskan kontrak langsung dengan pabrikan selain untuk menghindari penyelewengan juga lebih efisien. Untuk saat ini sudah lebih 16 pengadaan terkontrak di PLN pusat dengan partai besar sudah tidak lagi menggunakan perantara.

"Kalau dengan pihak ketiga tentu mereka mengambil keuntungan tapi sekarang sudah tidak. Keuntungan kontrak langsung dengan pabrikan justru harga terus turun karena kita terkontrak dengan barang jumlahnya partai besar," tandas dia.

Tak berhenti di situ, Multi Stakeholder Forum merupakan media PLN dengan stakeholder supaya memiliki visi yang sama dalam menjalankan program-program ketenagalistrikan di dalam negeri. "Dengan begitu PLN bersama stakeholder memiliki visi yang sama, khususnya pada aspek sinkronisasi program-program ketenagalistrikan," jelas Haryanto.

Ia melanjutkan bahwa progres proyek-proyek strategis PLN selama ini sudah berjalan dengan optimal. Adapun saat ini untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 2 berkapasitas 880 megawatt (MW) telah mencapai 100%.

"Begitu juga dengan proyek transmisi dan Gardu Induk (GI) seperti GISTET 500kV extension Kembangan yang saat ini progress fisik sudah mencapai 96%. PLN juga terus berkomitmen dalam penambahan pelanggan, penambahan daya tersambung dan capaian rasio elektrifikasi," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, General Manager PLN UIP JBB, Ratnasari Sjamsudin mengatakan bahwa PLTGU Jawa 2 telah berhasil masuk sistem Jawa Bali. PLTGU Jawa 2 telah sukses mencapai tahap commercial operation date (COD) pada 20 Mei 2019 lalu.

PLTGU Jawa 2 yang telah beroperasi secara komersial terdiri dari tiga tahap yaitu untuk Gas Turbine 1 (GT#1) telah dilakukan pada tanggal 4 Juni 2018 dan Gas Turbine 2 (GT#2) pada 18 Juli 2019. Ia menjelaskan beroperasinya kedua gas turbine sebesar 2x300 MW ini telah mendukung penguatan pasokan dan keandalan sistem kelistrikan Jakarta khususnya dan Jawa Bali pada umumnya. Untuk saat ini, PLTGU Jawa 2 telah beroperasi dengan kapasitas 880 MW.

Dia menambahkan, PLTGU Jawa 2 melibatkan Konsorsium Mitsubishi Corporation-Wasamitra Engineering selaku kontraktor pelaksana pembangunan. Untuk itu pihaknya menekankan perlunya stakeholder forum untuk mempererat hubungan supaya satu visi dengan PLN.

"Sehingga terjadi sinergi yang positif dari stakeholder terhadap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan khususnya di DKI Jakarta dan Banten," tuturnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak