Mengasah Ujung Tombak, Penyuluh Pertanian di Sulteng Dapat Penyegaran
Minggu, 23 Agustus 2020 - 20:18 WIB
loading...
A
A
A
Apresiasi juga ditunjukkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi. “SDM pertanian harus ditingkatkan terus wawasan, kemampuan dan kompetensinya. Caranya, bisa dengan mengikuti berbagai pembekalan, pelatihan, dan lainnya. Termasuk juga Refreshing Training,” ungkap Dedi.
Sementara Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Saleh Gunawan Budjang, menyampaikan, bahwa tujuan pelaksanaan pelatihan penyegaran penyuluh adalah meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan teknis penyuluhan meliputi penyusunan programa, perencanaan kegiatan, metodologi, teknik fasilitasi, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan.
Serta meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan Penyuluh Pertanian di bidang pembiayaan pengairan (water budgeting) dan perataan lahan usaha tani (on-farm land levelling).
(Baca Juga: Syahrul Tidak Sendirian, Khofifah Ikut Dorong Ekspor dan Konsumsi Pangan Lokal )
“Peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani sangat dibutuhkan. Penyuluh sebagai ujung tombak di lapangan diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam melaksanakan pembangunan pertanian dengan mendorong pelaku utama pembangunan pertanian (Petani dan pelaku usaha pertanian lainnya) untuk meningkatkan produktivitas, effisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraan keluarganya, serta meningkatkan kesadaran dalam kelestarian fungsi lingkungan hidup,” jelas Saleh Gunawan.
Ditambahkannya, penyuluh berperan sebagai pendidik, memberikan pengetahuan atau cara-cara baru dalam budidaya tanaman agar petani lebih terarah dalam usaha taninya, meningkatkan hasil dan mengatasi kegagalan-kegagalan dalam usaha tani khususnya daerah irigasi.
Sementara Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Saleh Gunawan Budjang, menyampaikan, bahwa tujuan pelaksanaan pelatihan penyegaran penyuluh adalah meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan teknis penyuluhan meliputi penyusunan programa, perencanaan kegiatan, metodologi, teknik fasilitasi, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan.
Serta meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan Penyuluh Pertanian di bidang pembiayaan pengairan (water budgeting) dan perataan lahan usaha tani (on-farm land levelling).
(Baca Juga: Syahrul Tidak Sendirian, Khofifah Ikut Dorong Ekspor dan Konsumsi Pangan Lokal )
“Peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani sangat dibutuhkan. Penyuluh sebagai ujung tombak di lapangan diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam melaksanakan pembangunan pertanian dengan mendorong pelaku utama pembangunan pertanian (Petani dan pelaku usaha pertanian lainnya) untuk meningkatkan produktivitas, effisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraan keluarganya, serta meningkatkan kesadaran dalam kelestarian fungsi lingkungan hidup,” jelas Saleh Gunawan.
Ditambahkannya, penyuluh berperan sebagai pendidik, memberikan pengetahuan atau cara-cara baru dalam budidaya tanaman agar petani lebih terarah dalam usaha taninya, meningkatkan hasil dan mengatasi kegagalan-kegagalan dalam usaha tani khususnya daerah irigasi.
Lihat Juga :