Rusia Timbang Risiko Kripto Jadi Alat Pembayaran Internasional

Kamis, 18 Juli 2024 - 10:21 WIB
loading...
A A A
Mata uang kripto saat ini tidak diizinkan untuk pembayaran di Rusia, dan undang-undang baru ini sepertinya tidak akan mengubahnya. Sebelumnya, bank sentral mengakui bahwa masalah pembayaran adalah salah satu tantangan utama bagi perekonomian Rusia.

Presiden Vladimir Putin juga berbicara pada hari Rabu dalam sebuah pertemuan pemerintah tentang penggunaan mata uang digital. Terlepas dari pidato pembukaannya, pertemuan tersebut tertutup untuk umum.

Putin memuji pengenalan eksperimental rubel digital, sebuah aset berbasis blockchain yang didukung oleh bank sentral. Bank Sentral Rusia dan Iran sedang bekerja untuk menghubungkan sistem mata uang digital mereka, yang akan memungkinkan kedua negara yang terkena sanksi untuk melakukan transaksi bilateral. Negosiasi serupa juga sedang berlangsung dengan China dan Belarus.

Baca Juga: Perusahaan Rusia Tawarkan Hadiah untuk F-16 Pertama yang Berhasil Ditembak Jatuh

Putin mengatakan bahwa konsumsi energi yang sangat besar dari pertambangan mata uang digital menimbulkan risiko terhadap pasokan energi di beberapa wilayah Siberia, di mana banyak pertambangan semacam itu bermunculan dengan mengeksploitasi harga listrik lokal yang rendah. Dia mengatakan bahwa peraturan pajak dan tarif listrik untuk pertambangan ini harus menjadi bagian dari undang-undang baru.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
OKX Rilis Agent TradeKit,...
OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Indodax Pastikan Industri Kripto Kian Matang
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Peluncuran CFX10 Tandai...
Peluncuran CFX10 Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia
Rekomendasi
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved